Kadis Kominfotik Lampung: Literasi dan Berpikir Kritis Kunci Kesuksesan Insan Media dan Kehumasan

Sunday, 19 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ganjar Jationo menerima plakat dari redaksi Bongkarpost Novriansyah

Ganjar Jationo menerima plakat dari redaksi Bongkarpost Novriansyah

Bandarlampung, BP –

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, secara resmi menutup kegiatan Santiaji Jurnalistik dan Kehumasan Bongkar Post Group 2025 di Ballroom Hotel Horison, Bandar Lampung, pada 19 Oktober 2025. Dalam sambutannya, Ganjar menekankan pentingnya penguatan literasi dan berpikir kritis bagi insan media dan kehumasan di era digital.

Menurut Ganjar, literasi tidak hanya terbatas pada literasi umum, tetapi juga literasi numerik. Namun, yang paling penting adalah kemampuan berpikir kritis untuk memilah informasi, menganalisis pesan, dan menyampaikan kebenaran secara objektif kepada publik.

poto bersama, penutupan Santiaji Jurnalistik dan Kehumasan

Ganjar juga menyoroti pentingnya memahami pola komunikasi masyarakat di media sosial, terutama bagi insan komunikasi dan kehumasan yang harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Kemampuan memahami pola komunikasi masyarakat di media sosial menjadi hal yang sangat relevan saat ini,” ujarnya.

Dengan demikian, Ganjar berharap insan media dan kehumasan dapat menjadi lebih cerdas, kritis, dan adaptif dalam menghadapi perkembangan zaman

BACA JUGA  Tergiur Dapat Hibah Tanah, Ini Cerita Okupan di Desa Sidosari

Editor : MR Masjudin

Sumber Berita : Bongkar Post

Berita Terkait

Imam Ghozali Tak Hadiri Pelantikan Direktur RSUDAM, Pengamat: Lecehkan Gubernur
Soroti Pinjaman Pemprov Lampung Rp1 Triliun, Formmasi Demo di Kejagung: Masyarakat Digepit Hutang
Hari Tani Nasional 2026: Ribuan Petani Sampaikan Desakan Kepada Kapolda Lampung
Timses Diduga Mainkan Dana Revitalisasi, APH Diminta Turun Tangan
Jawaban Tuai Kontroversi, Anggaran Belanja Disperindag Lampung Rp16,5 Miliar Dinilai Tak Transparan
Elemen Masyarakat Lapor KLHK dan ESDM: Stop Perizinan Proyek Panas Bumi Suoh-Sekincau
Trotoar Rp21 Miliar Ambruk, Komisi III DPRD Temukan Material Bekas
Pengamat Sebut Realisasi Anggaran Disperindag Lampung Rawan Penyimpangan

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 02:59 WIB

Imam Ghozali Tak Hadiri Pelantikan Direktur RSUDAM, Pengamat: Lecehkan Gubernur

Tuesday, 29 September 2026 - 02:58 WIB

Soroti Pinjaman Pemprov Lampung Rp1 Triliun, Formmasi Demo di Kejagung: Masyarakat Digepit Hutang

Wednesday, 23 September 2026 - 18:25 WIB

Hari Tani Nasional 2026: Ribuan Petani Sampaikan Desakan Kepada Kapolda Lampung

Monday, 21 September 2026 - 17:34 WIB

Timses Diduga Mainkan Dana Revitalisasi, APH Diminta Turun Tangan

Thursday, 17 September 2026 - 23:15 WIB

Jawaban Tuai Kontroversi, Anggaran Belanja Disperindag Lampung Rp16,5 Miliar Dinilai Tak Transparan

Berita Terbaru