Proyek BBWSMS Rp7,6 Miliar Belum Rampung, Addendum Dipertanyakan 

Friday, 31 January 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Bandar Lampung, BP

Proyek Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, yang dikerjakan oleh CV. Kalembo Ade Mautama senilai Rp7.685.700.000, hingga saat ini masih belum rampung. Padahal proyek tersebut habis waktu pada Desember 2024.

“Seharusnya, proyek ini sudah selesai pada Desember 2024. Kenapa malah diperpanjang? Ini bukan hanya keterlambatan biasa, tapi ada yang perlu dipertanyakan. Kepala Balai seharusnya mengambil tindakan tegas, bukan justru memberikan keleluasaan bagi kontraktor,” ujar Lucky Nurhidayah, Ketua LSM KAKI.

Dia pun mengecam keras adanya  keterlambatan pada penyelesaian proyek tersebut. Dan dia mempertanyakan alasan keputusan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Prasarana dan Permukiman Wilayah Lampung yang memberikan addendum atau perpanjangan kontrak, bukan  pemutusan kontrak.

“Kami meminta Kejati Lampung turun tangan. Harus ada audit investigasi agar semuanya terbuka. Jangan sampai rakyat yang dikorbankan akibat lemahnya pengawasan proyek,” pungkas Lucky.

Menurutnya, keputusan pihak BBWSMS memberikan addendum, bertentangan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran serta penghapusan praktik mark-up proyek, penyelundupan, dan manipulasi anggaran.

“Presiden Prabowo sudah jelas mengatakan bahwa budaya mark-up proyek harus dihapus karena merugikan negara dan rakyat. Tapi yang terjadi di Lampung malah sebaliknya. Bagaimana bisa proyek miliaran rupiah dibiarkan molor tanpa konsekuensi?,” katanya.

Dikatakan, Presiden Prabowo telah mendorong penerapan teknologi digital seperti e-katalog dan e-government guna meminimalisir peluang korupsi dalam birokrasi.

Bahkan, Presiden telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah, termasuk aparat yudikatif dan legislatif, untuk bekerja sama menciptakan pemerintahan yang bersih.

“Kita harus hentikan kebocoran-kebocoran anggaran. Sekali lagi saya ingatkan, aparat pemerintah sangat menentukan berhasil atau tidaknya upaya ini,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam salah satu pidatonya. (Jim)

BACA JUGA  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Berita Terkait

Gubernur Mirza Hadiri HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Eva Terharu
Optimalkan PAD Pemprov Lampung Bakal Tarik Retribusi Jaringan Internet
Raih 12 Kali WTP BPK RI, Anggarkan PAD Secara Rasional dan Kendalikan Belanjanya
Warga Pesisir Barat Antusias Sambut Prabowo
Lampung Jadi Pusat Bioetanol Nasional
Selamat Ulang Tahun Pak Boss
Pemkot Bandar Lampung Akan Gelar Expo, Color Run Hingga Parade Budaya
Hari Ini Gaji 13 Cair

Berita Terkait

Wednesday, 17 June 2026 - 19:49 WIB

Gubernur Mirza Hadiri HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Eva Terharu

Tuesday, 16 June 2026 - 17:18 WIB

Optimalkan PAD Pemprov Lampung Bakal Tarik Retribusi Jaringan Internet

Sunday, 14 June 2026 - 15:49 WIB

Raih 12 Kali WTP BPK RI, Anggarkan PAD Secara Rasional dan Kendalikan Belanjanya

Thursday, 11 June 2026 - 02:41 WIB

Warga Pesisir Barat Antusias Sambut Prabowo

Tuesday, 9 June 2026 - 19:07 WIB

Lampung Jadi Pusat Bioetanol Nasional

Berita Terbaru

E-Paper

Gubernur Mirza Hadiri HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Eva Terharu

Wednesday, 17 Jun 2026 - 19:49 WIB