Komunikasi Publik Dibangun Diatas Kepercayaan, HBM: Jangan Alergi Wartawan

Wednesday, 22 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada sesi perdana Santiaji Jurnalistik dan Kehumasan 2025 di Ballroom Hotel Horison Bandarlampung, Sabtu (18/10/2025). Herman Batin Mangku (HBM), praktisi pers senior dan Pemimpin Redaksi Helo Indonesia, mendapat giliran perdana memaparkan materi terkait tema “Perkuat Citra Positif Institusi Bisnis dan Pemerintahan Melalui Pilar Jurnalistik dan Kehumasan Era Digital 5.0.”

Latar Belakang HBM, memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik, mulai dari menjadi wartawan sejak mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) pada 1984. Ia juga dikenal sebagai pendiri Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teknokra Unila dan pencipta karakter karikatur “Pakde Pakho” di Lampung Post. Rekam jejak ini memperkuat kredibilitasnya dalam membahas hubungan antara jurnalisme dan kehumasan. Menarik dicermati paparan yang disajikan HBM tidak hanya edukasi, tetapi — juga ajakan untuk membangun ekosistem komunikasi yang lebih harmonis dan transparan di Lampung  — sejalan dengan semangat era digital yang menuntut adaptasi dan keterbukaan.
Berikut adalah detail lengkap  catatan yang penulis sarikan dari paparan  Herman Batin Mangku (HBM):

 

Ajakan untuk Mengakhiri Dinamika “Tom and Jerry”

HBM mengawali dengan ajakan kepada insan humas (baik dari pemerintahan maupun swasta) untuk mengakhiri dinamika komunikasi yang penuh konflik dengan jurnalis, yang ia analogikan sebagai hubungan “Tom and Jerry.” Ia menilai hubungan ini masih terlihat, terutama di lingkungan pemerintahan Lampung, dan menganggapnya tidak produktif. Menurutnya, kedua pihak—humas dan jurnalis—memiliki tugas mulia yang sama, yaitu mendorong transparansi dan demokrasi.

HBM mengingatkan pentingnya kolaborasi di era digital. Dalam konteks era digital 5.0, HBM menyoroti bahwa informasi menyebar cepat dan memengaruhi kepercayaan publik, arah berpikir, serta tindakan masyarakat. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara humas dan jurnalis menjadi kunci untuk memastikan keterbukaan informasi. “Jurnalis dan humas punya tugas mulia yang sama: mendorong transparansi dan demokrasi,” ujarnya, seraya menyayangkan masih adanya ketegangan di Lampung.

BACA JUGA  Demo Memanas, Aliansi Anti Narkoba Paksa Kepala BNNP Lampung Keluar Temui Massa

Bukanlah HBM nama pena-nya bila bicara di forum publik tanpa dibumbui kritik yang bersifat konstruktif. Kritiknya ia tujukan  terhadap Kepala Daerah yang “agak-agak” tertutup.
Menurut HBM  masih ada sejumlah kepala daerah di Lampung yang cenderung tertutup terhadap pers. Menurutnya, sikap ini menjadi indikator kurangnya transparansi dan bahkan bisa diartikan sebagai upaya menyembunyikan informasi dari publik. “Kepala daerah yang tertutup terhadap pers dikhawatirkan menyembunyikan banyak hal dari publik,” tegasnya — Sebagai teladan, HBM mengapresiasi Gubernur Mirza, sebagai sosok pemimpin yang mendorong transparansi. Ia mengutip pernyataan Mirza yang mengharapkan kepala dinas di lingkungannya terbuka, misalnya dalam penggunaan Anggaran APBD, sehingga publik tahu “uang gua dipakai buat apa.” Ini menunjukkan upaya membangun kepercayaan melalui komunikasi yang responsif.

Juga, HBM memuji beberapa pejabat Pemprov Lampung yang dinilainya adaptif dalam komunikasi publik, termasuk Sekdaprov Marindo Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Thomas Amirico, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfotik) Ganjar Jationo. Ia melihat mereka sebagai contoh HUMAS yang mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan era digital.

 

Studi Kasus Transformasi Komunikasi Publik

HBM menggarisbawahi peran pers sebagai pilar keempat demokrasi — pers bertanggung jawab memastikan hak publik atas informasi, sekaligus berfungsi sebagai alat kontrol sosial dan penyambung aspirasi masyarakat. Di hadapan peserta santiaji, ada diantaranya pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID), admin media sosial OPD, serta perwakilan HUMAS dari berbagai institusi, menegaskan pentingnya sinergi. HBM mengambil contoh transformasi gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto. Ia mencatat bahwa Prabowo mengakomodasi berbagai kekuatan politik untuk menyampaikan pesan persatuan. Namun, dinamika seperti munculnya tagar #indonesiagelap menunjukkan bahwa komunikasi publik tetap menghadapi tantangan. Menurut HBM, respons cepat terhadap isu-isu tersebut menjadi krusial di era digital. Komunikasi publik di era digital harus dibangun diatas kepercayaan, bukan kecurigaan —  Jangan Alergi terhadap Wartawan— pesan kuatnya.

BACA JUGA  Pemprov Lampung Lantik 5.469 PPPK

[]

.

Penulis : Rusmin

Editor : MR Masjudin

Sumber Berita : Bongkar Post

Berita Terkait

Gubernur Mirza Hadiri HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Eva Terharu
Optimalkan PAD Pemprov Lampung Bakal Tarik Retribusi Jaringan Internet
Raih 12 Kali WTP BPK RI, Anggarkan PAD Secara Rasional dan Kendalikan Belanjanya
Warga Pesisir Barat Antusias Sambut Prabowo
Lampung Jadi Pusat Bioetanol Nasional
Selamat Ulang Tahun Pak Boss
Pemkot Bandar Lampung Akan Gelar Expo, Color Run Hingga Parade Budaya
Hari Ini Gaji 13 Cair

Berita Terkait

Wednesday, 17 June 2026 - 19:49 WIB

Gubernur Mirza Hadiri HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Eva Terharu

Tuesday, 16 June 2026 - 17:18 WIB

Optimalkan PAD Pemprov Lampung Bakal Tarik Retribusi Jaringan Internet

Sunday, 14 June 2026 - 15:49 WIB

Raih 12 Kali WTP BPK RI, Anggarkan PAD Secara Rasional dan Kendalikan Belanjanya

Thursday, 11 June 2026 - 02:41 WIB

Warga Pesisir Barat Antusias Sambut Prabowo

Tuesday, 9 June 2026 - 19:07 WIB

Lampung Jadi Pusat Bioetanol Nasional

Berita Terbaru

E-Paper

Gubernur Mirza Hadiri HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Eva Terharu

Wednesday, 17 Jun 2026 - 19:49 WIB