Tuhu Bangun: Pemimpin Modern Harus Adaptif, Empatik, dan Berjiwa Humanis

Monday, 20 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUHU BANGUN, Regional Head PTPN I Regional VII. Memberikan Materi dalam Santiaji Jurnalistik dan Kehumasan Bongkar Post Group 2025, di Ballroom Hotel Horison, Bandarlampung,Minggu (19/10/2025)/ poto bongkarpost

TUHU BANGUN, Regional Head PTPN I Regional VII. Memberikan Materi dalam Santiaji Jurnalistik dan Kehumasan Bongkar Post Group 2025, di Ballroom Hotel Horison, Bandarlampung,Minggu (19/10/2025)/ poto bongkarpost

Bandarlampung, BP –
Dalam era digital yang terus berkembang, peran kepemimpinan dan kehumasan menjadi semakin penting dan menantang. Region Head PTPN I Regional 7, Tuhu Bangun, menekankan bahwa pemimpin modern harus adaptif, empatik, dan berjiwa humanis untuk membawa organisasi tetap relevan di tengah perubahan.
“Seorang CEO modern memimpin dengan empati, memberdayakan inovasi, dan memastikan bahwa kemajuan melayani kemanusiaan bukan sebaliknya,” ujar Tuhu Bangun, saat memberikan materi dalam acara Santiaji Jurnalistik dan Kehumasan Bongkar Post Group 2025, di Ballroom Hotel Horison, Bandarlampung, Minggu (19/10/2025).
Tuhu juga menekankan pentingnya nilai-nilai BUMN dalam membentuk karakter, integritas, dan profesionalisme insan perusahaan. Nilai kepribadian “SPORTIF” yang dipegang teguh di PTPN mencerminkan semangat kerja keras, jujur, dan kolaboratif.
Dalam konteks kehumasan, Tuhu menekankan bahwa humas harus menjadi penasihat ahli dan fasilitator komunikasi yang bekerja berdasarkan riset, perencanaan matang, pelaksanaan efektif, serta evaluasi terukur. Pendekatan kehumasan yang efektif harus berangkat dari enam prinsip utama, yaitu mendengar sebelum berbicara, menggunakan narasi empatik, melakukan humanisasi citra, menjaga konsistensi pesan, menjunjung transparansi dan kejujuran, serta membangun citra lewat storytelling.
Tuhu juga menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam praktik kehumasan akibat transformasi digital. Kehumasan di era digital menuntut kecepatan, keterbukaan, dan interaksi dua arah yang intensif antara organisasi dan publik.
Dalam era 5.0, kolaborasi antara teknologi canggih dan nilai kemanusiaan menjadi hal utama. “Fokus humas di era 5.0 adalah kolaborasi antara teknologi dan humanisme untuk menciptakan komunikasi yang personal, inklusif, dan etis,” ujar Tuhu.
Kepemimpinan adaptif sangat penting dalam menghadapi tantangan global dan transformasi digital. Pemimpin modern harus adaptif, empatik, dan berjiwa humanis untuk membawa organisasi tetap relevan di tengah perubahan. Mereka harus memiliki kemampuan untuk mencari solusi, bukan memperbesar masalah, serta memiliki visi yang jelas untuk menginspirasi orang lain.
Dalam konteks kehumasan, peran humas di era modern tidak bisa lagi dipandang sebatas penyampai pesan. Humas harus menjadi penasihat ahli dan fasilitator komunikasi yang bekerja berdasarkan riset, perencanaan matang, pelaksanaan efektif, serta evaluasi terukur. Pendekatan kehumasan yang efektif harus berangkat dari enam prinsip utama, yaitu;
– Mendengar sebelum berbicara
– Menggunakan narasi empatik
– Melakukan humanisasi citra
– Menjaga konsistensi pesan
– Menjunjung transparansi dan kejujuran
– Membangun citra lewat storytelling
Masih menurut Tuhu, dalam era digital, kehumasan juga harus mampu mengelola reputasi digital dengan bijak, menerapkan prinsip ESG, dan melakukan kolaborasi lintas generasi. Pemimpin humas di era digital harus memiliki empat keterampilan utama, yaitu;
– Kecerdasan emosional dan empati
– Kemampuan adaptif terhadap perubahan
– Penguasaan teknologi komunikasi
– Pemikiran kritis dan kreatif dalam mengolah informasi. “Dengan demikian, kepemimpinan adaptif dan kehumasan yang efektif dapat membantu organisasi mencapai tujuannya di tengah tantangan global dan transformasi digital”, tutupnya.
BACA JUGA  Tiga Tersangka Kasus Korupsi PT. LEB Masuk Sel, Arinal Lolos?

Editor : MR Masjudin

Sumber Berita : Bongkar Post

Berita Terkait

Soroti Pinjaman Pemprov Lampung Rp1 Triliun, Formmasi Demo di Kejagung: Masyarakat Digepit Hutang
Hari Tani Nasional 2026: Ribuan Petani Sampaikan Desakan Kepada Kapolda Lampung
Timses Diduga Mainkan Dana Revitalisasi, APH Diminta Turun Tangan
Jawaban Tuai Kontroversi, Anggaran Belanja Disperindag Lampung Rp16,5 Miliar Dinilai Tak Transparan
Elemen Masyarakat Lapor KLHK dan ESDM: Stop Perizinan Proyek Panas Bumi Suoh-Sekincau
Trotoar Rp21 Miliar Ambruk, Komisi III DPRD Temukan Material Bekas
Pengamat Sebut Realisasi Anggaran Disperindag Lampung Rawan Penyimpangan
Proyek PJN Wilayah II Lampung Disorot Lagi, Pelebaran Jalan Padang Cermin Sp. Teluk Kiloan Rp48,27 Miliar Diduga Tak Sesuai Spek

Berita Terkait

Tuesday, 29 September 2026 - 02:58 WIB

Soroti Pinjaman Pemprov Lampung Rp1 Triliun, Formmasi Demo di Kejagung: Masyarakat Digepit Hutang

Wednesday, 23 September 2026 - 18:25 WIB

Hari Tani Nasional 2026: Ribuan Petani Sampaikan Desakan Kepada Kapolda Lampung

Monday, 21 September 2026 - 17:34 WIB

Timses Diduga Mainkan Dana Revitalisasi, APH Diminta Turun Tangan

Thursday, 17 September 2026 - 23:15 WIB

Jawaban Tuai Kontroversi, Anggaran Belanja Disperindag Lampung Rp16,5 Miliar Dinilai Tak Transparan

Sunday, 13 September 2026 - 18:49 WIB

Elemen Masyarakat Lapor KLHK dan ESDM: Stop Perizinan Proyek Panas Bumi Suoh-Sekincau

Berita Terbaru