Pengacara Arinal Djunaidi Gelar Konferensi Pers di Bandar Lampung, Tegaskan Tidak Ada Kerugian Negara dari Dana PI 10%

Sunday, 3 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ana Sofa Yuking, Pengacara Hukum Arinal Djunaidi./ photo.Istimewa

Ana Sofa Yuking, Pengacara Hukum Arinal Djunaidi./ photo.Istimewa

Bongkar Post | Bandar Lampung – Kuasa hukum mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Ana Sofa Yuking, menggelar konferensi pers di Bandar Lampung pada Rabu, 29 April 2026. Konferensi pers ini digelar sebagai respons atas penahanan Arinal Djunaidi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung pada 28 April 2026 dalam dugaan kasus korupsi pengelolaan Dana Participating Interest (PI) 10% sektor migas.

Dalam konferensi pers tersebut, Ana Sofa Yuking menyampaikan beberapa poin pembelaan yang tegas:

Tidak Ada Kerugian Negara

Ana Sofa Yuking menegaskan bahwa tidak ada unsur perbuatan melawan hukum karena penyaluran dana tidak menimbulkan kerugian negara sedikit pun.
“Perbuatan melawan hukum (korupsi) yang mana? Bila klien saya tidak ada merugikan negara sepeser pun,” tegasnya.

Tidak Ada Dana untuk Kepentingan Pribadi

Pengacara juga menyatakan dengan tegas bahwa tidak satu rupiah pun dari Dana PI 10% yang diterima atau digunakan untuk kepentingan pribadi Arinal Djunaidi.

Penahanan Dinilai Tidak Sah

Menurut Ana, penahanan Arinal Djunaidi tidak memenuhi syarat prosedural sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Penahanan harus didasarkan pada minimal dua alat bukti yang cukup serta adanya kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, merusak bukti, atau mengulangi tindak pidana. Kedua syarat tersebut dinilai belum terpenuhi.

Sesuai Regulasi Permen SKK Migas

Ana Sofa Yuking menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran Dana PI 10% telah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Berdasarkan
Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016 jo. Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2025, Participating Interest 10% wajib ditawarkan dan disalurkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau anak perusahaannya, bukan langsung kepada Pemerintah Daerah (Pemda).

Dalam kasus Lampung, dana tersebut disalurkan kepada PT Lampung Energi Berjaya (LEB), yang merupakan anak perusahaan PT Lampung Jasa Utama (LJU) sebagai BUMD Lampung. Proses ini dilakukan sesuai ketentuan SKK Migas.

BACA JUGA  Aklamasi Musda dan Rakerda PFI 2025 Tetapkan Juniardi sebagai Ketua PFI Lampung Masa Jabatan 2026-2029

Perlakuan yang Berbeda

Pengacara juga menyoroti adanya perlakuan yang tidak sama. BUMD lain, seperti PT Jakpro milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, juga menerima Dana PI 10% dengan mekanisme serupa. Namun, hal tersebut tidak dipersoalkan secara hukum.

Kronologi Kasus

Arinal Djunaidi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan Kejati Lampung pada 28 April 2026 atas dugaan korupsi pengelolaan dana PI 10%. Tim kuasa hukum menyatakan akan mengajukan praperadilan serta penangguhan penahanan, dengan salah satu alasan adalah kondisi kesehatan klien.
[]

Penulis : Rusmin

Editor : Bongkar Post

Berita Terkait

Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing: Babak Baru Kerja Sama Dagang AS-RRT dan Sinyal Damai Industri Teknologi
Kekayaan Presiden Prabowo Tembus Rp2,066 Triliun, Naik Rp4 Miliar dari Laporan Sebelumnya
Hamli Rekan Pelaku Penembakan Bripka Arya Ditangkap Tim Khusus Polda Lampung, Eksekutor Masih Diburu
Memutus Nadi Begal Bukan dengan Peluru, Tapi Menghancurkan Pasar Penadah
Jejak Keberanian di Jalan ZA Pagar Alam: Menjemput Fajar, Menitipkan Kehormatan
Tragedi Muratara dan Rapuhnya Rantai Keselamatan Transportasi Nasional
Hak Jawab atau Upaya Pembungkaman? Menguji Nyali Kemenag Lampung
Diskusi Perlindungan Ojol di Lampung: Rumuskan Usulan hingga Petisi Bersama

Berita Terkait

Thursday, 14 May 2026 - 11:37 WIB

Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing: Babak Baru Kerja Sama Dagang AS-RRT dan Sinyal Damai Industri Teknologi

Monday, 11 May 2026 - 16:32 WIB

Hamli Rekan Pelaku Penembakan Bripka Arya Ditangkap Tim Khusus Polda Lampung, Eksekutor Masih Diburu

Saturday, 9 May 2026 - 18:34 WIB

Memutus Nadi Begal Bukan dengan Peluru, Tapi Menghancurkan Pasar Penadah

Saturday, 9 May 2026 - 17:09 WIB

Jejak Keberanian di Jalan ZA Pagar Alam: Menjemput Fajar, Menitipkan Kehormatan

Friday, 8 May 2026 - 07:04 WIB

Tragedi Muratara dan Rapuhnya Rantai Keselamatan Transportasi Nasional

Berita Terbaru

Nobar film dokumenter

Bandarlampung

Nobar Film “Pesta Babi” di Bandar Lampung Tuai Ragam Tanggapan Peserta

Wednesday, 13 May 2026 - 18:04 WIB

Photo.Dok Istimewa

Breaking News

Saya Disini Hakimnya, Pak!

Wednesday, 13 May 2026 - 10:19 WIB