Lukas Luwarso Kritik Lingkaran Jokowi: Foto dengan Lima Tokoh Adat Lampung Soroti Masalah Hukum dan Politik

Tuesday, 30 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto (istimewa)

Kolase foto (istimewa)

*Lukas Luwarso Kritik Lingkaran Jokowi: Foto dengan Lima Tokoh Adat Lampung Soroti Masalah Hukum dan Politik*

Bongkar Post | Jakarta– Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lukas Luwarso kembali menyoroti lingkaran mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Melalui komentar dan sorotan terhadap foto yang beredar luas, ia menekankan bahwa banyak figur di sekitar Jokowi, termasuk lima tokoh adat Lampung pemberi gelar “Baginda Pemuka Bangsa”, melekat pada persoalan hukum dan politik yang patut dipertanyakan.

Foto tersebut menunjukkan Luwarso dalam konteks diskusi atau acara terkait Jokowi, yang kini dikaitkan dengan prosesi adat di Kedatun Keagungan, Bandar Lampung, pada 27 Juni 2026. Dalam prosesi itu, Jokowi menerima gelar kehormatan dari lima tokoh adat Lampung.

Luwarso, yang dikenal vokal mengkritisi isu-isu transparansi kekuasaan termasuk polemik ijazah Jokowi, memandang pola ini sebagai bagian dari lingkaran yang bermasalah. Pernyataannya menyoroti bagaimana figur-figur semacam ini kerap terlibat dalam dinamika politik yang dianggapnya mengaburkan akuntabilitas publik, meski kritiknya bersifat umum terhadap pendekatan “circle” Jokowi daripada tuduhan spesifik pidana pada kelima tokoh tersebut.

Luwarso kerap menyinggung pola serupa dalam lingkaran kekuasaan: penggunaan simbol budaya atau legitimasi untuk kepentingan politik, yang menurutnya mencerminkan masalah akuntabilitas dan transparansi yang lebih dalam. Kritiknya selaras dengan pandangan bahwa lingkaran Jokowi cenderung melibatkan figur-figur yang menuai kontroversi hukum atau etika di masa lalu, meski dalam kasus lima tokoh adat ini, tidak ditemukan vonis pidana signifikan dalam catatan publik.

Latar Belakang dan Konteks Luwarso

Sebagai jurnalis senior dan mantan pemimpin AJI, Luwarso aktif dalam isu kebebasan pers dan verifikasi fakta. Ia pernah menjadi saksi ahli dalam kasus terkait tudingan ijazah Jokowi, di mana ia menekankan prinsip jurnalisme dan transparansi publik. Pernyataannya tentang “orang-orang bermasalah” dalam circle Jokowi mencerminkan sikap kritisnya terhadap dinasti politik dan penggunaan pengaruh untuk mengelak akuntabilitas.

BACA JUGA  Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat TNI Usai Penggeledahan Cafe de'Clan

Prosesi di Lampung berlangsung di tengah safari politik Jokowi, termasuk kegiatan dengan PSI, yang semakin memperkuat persepsi politisasi adat. Sementara Jokowi menyampaikan apresiasi dan menekankan pelestarian budaya, kritik dari Luwarso dan tokoh adat lain menyoroti risiko erosi nilai luhur tradisi ketika dicampuradukkan dengan agenda kekuasaan.

Respons dan Implikasi

Luwarso terus menegaskan bahwa kritiknya bertujuan menjaga demokrasi dan transparansi, bukan serangan pribadi. Kasus ini menjadi contoh bagaimana isu budaya lokal kerap menjadi arena kontestasi politik nasional yang melibatkan figur publik seperti dirinya.

Hingga kini, tidak ada respons langsung dari Jokowi atau kelima tokoh adat terhadap sorotan Luwarso.

Penulis : Redaksi

Editor : Bongkar Post

Sumber Berita : Bongkar Post

Berita Terkait

Revitalisasi Sekolah APBN Disorot, Tenaga Ahli DPR Disebut Terima Fee Proyek
32.375 Hektare, Rp1 Triliun, Siapa yang Membuka Jalannya?
Proyek Panas Bumi Suoh-Sekincau Bersinggungan dengan Warisan Dunia UNESCO, Modifikasi Batas Belum Final
Karhutla Bromo Sisakan Hamparan Lahan Terbakar, Capai 1.121,66 Hektare
Prabowo Perintahkan Panglima TNI dan Kapolri Usut 1.000 Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung
Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2026
Benny K Harman Hardik Wartawan: “Woi Kau, Otak Kamu Ada Nggak?
Surat Penyetaraan Pendidikan Gibran Digugat ke PTUN, Dasar dan Kewenangan Penerbitannya Dipersoalkan

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 08:09 WIB

Revitalisasi Sekolah APBN Disorot, Tenaga Ahli DPR Disebut Terima Fee Proyek

Saturday, 12 September 2026 - 03:37 WIB

32.375 Hektare, Rp1 Triliun, Siapa yang Membuka Jalannya?

Friday, 4 September 2026 - 15:10 WIB

Proyek Panas Bumi Suoh-Sekincau Bersinggungan dengan Warisan Dunia UNESCO, Modifikasi Batas Belum Final

Sunday, 23 August 2026 - 01:30 WIB

Karhutla Bromo Sisakan Hamparan Lahan Terbakar, Capai 1.121,66 Hektare

Saturday, 15 August 2026 - 23:42 WIB

Prabowo Perintahkan Panglima TNI dan Kapolri Usut 1.000 Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung

Berita Terbaru