Presiden Prabowo Pimpin Upacara HUT Bhayangkara ke-80, Kapolri Tegaskan Komitmen Polri untuk Masyarakat

Wednesday, 1 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kolase foto: Dok istimewa

kolase foto: Dok istimewa

Presiden Prabowo Pimpin Upacara HUT Bhayangkara ke-80, Kapolri Tegaskan Komitmen Polri untuk Masyarakat

Bongkar Post | Bogor– Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 dengan semangat pengabdian yang semakin kuat. Upacara puncak digelar khidmat di Satuan Latihan Brigade Mobil (Satlat Brimob) Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai Inspektur Upacara, menandai komitmen bersama antara pemerintah dan Polri dalam menjaga keamanan dan melayani rakyat.

Dalam momentum bersejarah ini, tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” menjadi penegasan utama. Tema tersebut mencerminkan perjalanan delapan dekade Polri sejak berdiri pada 1 Juli 1946, dari masa perjuangan kemerdekaan hingga menjadi institusi modern yang hadir di tengah masyarakat. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan pidato komitmen di hadapan Presiden, menyoroti capaian serta arah pengabdian ke depan.

Kapolri menegaskan bahwa Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kami hadir di perbatasan, lautan, jalur transportasi, hingga pelosok desa untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,”

ujarnya dalam pidato yang disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo. Ia menekankan sinergi dengan TNI dan seluruh elemen bangsa sebagai kunci keberhasilan menjaga stabilitas Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).

Presiden Prabowo Subianto dalam amanatnya memberikan apresiasi tinggi atas pengabdian Polri dan menyampaikan enam pesan utama yang selaras dengan semangat optimisme nasional.

“Polri harus melindungi rakyat. Jadilah polisi yang dekat dengan rakyat, dengarkan rakyat, melayani rakyat, dan lindungi rakyat,”

Prabowo menambahkan bahwa kepercayaan rakyat adalah senjata terkuat Polri, dan gaji serta perlengkapan aparat berasal dari rakyat, sehingga pengabdian harus tulus dan rendah hati.

BACA JUGA  Polemik Perpol Kapolri: Polisi Aktif Boleh Menjabat di 17 Instansi, MK Bilang Apa?

Prabowo juga menitipkan pesan untuk terus berbenah, menjaga kerendahan hati, dan mendukung agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045. Penganugerahan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dan Bintang Bhayangkara Narariya kepada personel berprestasi menjadi simbol penghargaan negara atas dedikasi tersebut. Hadir pula Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mantan Presiden Joko Widodo, serta tokoh lainnya, memperkuat makna persatuan.

Dari sisi latar belakang, Polri telah menunjukkan kinerja positif dalam mendukung stabilitas Pemilu 2024, penanganan bencana, dan penegakan hukum yang berkeadilan. Meski demikian, tantangan seperti peningkatan kepercayaan publik dan pemberantasan praktik tidak profesional masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara solutif melalui reformasi internal yang berkelanjutan, pengawasan yang ketat, dan pendekatan berbasis masyarakat.

Dengan semangat optimis, HUT Bhayangkara ke-80 ini menjadi momentum bagi Polri untuk semakin dekat dengan rakyat, memperkuat fondasi keamanan nasional, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia. “Polri untuk Masyarakat” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang diharapkan terus diwujudkan di lapangan.
(Red)*

Bongkar Post | Bogor– Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 dengan semangat pengabdian yang semakin kuat. Upacara puncak digelar khidmat di Satuan Latihan Brigade Mobil (Satlat Brimob) Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai Inspektur Upacara, menandai komitmen bersama antara pemerintah dan Polri dalam menjaga keamanan dan melayani rakyat.

Dalam momentum bersejarah ini, tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” menjadi penegasan utama. Tema tersebut mencerminkan perjalanan delapan dekade Polri sejak berdiri pada 1 Juli 1946, dari masa perjuangan kemerdekaan hingga menjadi institusi modern yang hadir di tengah masyarakat. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan pidato komitmen di hadapan Presiden, menyoroti capaian serta arah pengabdian ke depan.

BACA JUGA  Surat Penyetaraan Pendidikan Gibran Digugat ke PTUN, Dasar dan Kewenangan Penerbitannya Dipersoalkan

Kapolri menegaskan bahwa Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. “Kami hadir di perbatasan, lautan, jalur transportasi, hingga pelosok desa untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” ujarnya dalam pidato yang disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo. Ia menekankan sinergi dengan TNI dan seluruh elemen bangsa sebagai kunci keberhasilan menjaga stabilitas Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).

Presiden Prabowo Subianto dalam amanatnya memberikan apresiasi tinggi atas pengabdian Polri dan menyampaikan enam pesan utama yang selaras dengan semangat optimisme nasional. “Polri harus melindungi rakyat. Jadilah polisi yang dekat dengan rakyat, dengarkan rakyat, melayani rakyat, dan lindungi rakyat,” tegas Prabowo. Ia menambahkan bahwa kepercayaan rakyat adalah senjata terkuat Polri, dan gaji serta perlengkapan aparat berasal dari rakyat, sehingga pengabdian harus tulus dan rendah hati.

Prabowo juga menitipkan pesan untuk terus berbenah, menjaga kerendahan hati, dan mendukung agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045. Penganugerahan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dan Bintang Bhayangkara Narariya kepada personel berprestasi menjadi simbol penghargaan negara atas dedikasi tersebut. Hadir pula Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mantan Presiden Joko Widodo, serta tokoh lainnya, memperkuat makna persatuan.

Dari sisi latar belakang, Polri telah menunjukkan kinerja positif dalam mendukung stabilitas Pemilu 2024, penanganan bencana, dan penegakan hukum yang berkeadilan. Meski demikian, tantangan seperti peningkatan kepercayaan publik dan pemberantasan praktik tidak profesional masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara solutif melalui reformasi internal yang berkelanjutan, pengawasan yang ketat, dan pendekatan berbasis masyarakat.

Dengan semangat optimis, HUT Bhayangkara ke-80 ini menjadi momentum bagi Polri untuk semakin dekat dengan rakyat, memperkuat fondasi keamanan nasional, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia. “Polri untuk Masyarakat” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang diharapkan terus diwujudkan di lapangan.

BACA JUGA  Pemred Bongkar Post Dipanggil Polres Jaksel untuk Klarifikasi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

Penulis : Rusmin

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Prabowo Perintahkan Panglima TNI dan Kapolri Usut 1.000 Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung
Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2026
Benny K Harman Hardik Wartawan: “Woi Kau, Otak Kamu Ada Nggak?
Surat Penyetaraan Pendidikan Gibran Digugat ke PTUN, Dasar dan Kewenangan Penerbitannya Dipersoalkan
Kasus Dugaan Mafia Tanah Way Kanan Diambil Alih Kejagung, Kajati: Kerugian Negara Sudah Lebih dari Rp1 Triliun
Dari Modal Rp70 Ribu ke Panggung Akademik, Buku Muhammad Ja’far Hasibuan Resmi Diluncurkan di UI
Dino Patti Djalal Kecam Keras Aksi Biadab OPM yang Menembak Tiga Warga Sipil di Yahukimo, Papua
ID Dapur MBG Diduga Dialihkan, Mitra BGN di Bandar Lampung Klaim Rugi Rp1,5 Miliar, Polisi Masih Selidiki

Berita Terkait

Saturday, 15 August 2026 - 23:42 WIB

Prabowo Perintahkan Panglima TNI dan Kapolri Usut 1.000 Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung

Friday, 14 August 2026 - 08:32 WIB

Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2026

Thursday, 13 August 2026 - 07:48 WIB

Benny K Harman Hardik Wartawan: “Woi Kau, Otak Kamu Ada Nggak?

Wednesday, 12 August 2026 - 07:22 WIB

Surat Penyetaraan Pendidikan Gibran Digugat ke PTUN, Dasar dan Kewenangan Penerbitannya Dipersoalkan

Thursday, 6 August 2026 - 08:47 WIB

Kasus Dugaan Mafia Tanah Way Kanan Diambil Alih Kejagung, Kajati: Kerugian Negara Sudah Lebih dari Rp1 Triliun

Berita Terbaru

foto Dok Bongkar Post

Editorial

Transparansi Proyek Jalan: Akuntabilitas yang Tak Boleh Ditunda

Thursday, 20 Aug 2026 - 03:38 WIB