Bongkar Post | PROBOLINGGO — Hamparan lahan menghitam terlihat di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan tersebut pada Agustus 2026.
Foto udara yang diambil 20 Agustus 2026 memperlihatkan luasnya kawasan terdampak. Dokumentasi ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya tersebut menunjukkan vegetasi yang terbakar meninggalkan bentangan lahan berwarna gelap di kawasan TNBTS.
Berdasarkan data BPBD Jawa Timur, luas kawasan TNBTS yang terdampak karhutla mencapai 1.121,66 hektare setelah penanganan selama 13 hari.
Operasi penanganan berlangsung sejak 3 hingga 17 Agustus 2026. Pemerintah kemudian menyatakan operasi karhutla selesai dan posko penanganan resmi ditutup pada 18 Agustus 2026.
Karhutla sebelumnya terus meluas. Pada 9 Agustus, luas kawasan terdampak tercatat sekitar 520 hektare, kemudian meningkat menjadi 899,35 hektare pada 11 Agustus. Area terdampak tersebar di wilayah TNBTS yang mencakup Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang.
Penanganan dilakukan secara gabungan melalui jalur darat dan udara. Petugas menghadapi medan terjal, angin, serta kabut yang menghambat operasi water bombing. Vegetasi berupa semak dan ilalang kering juga menjadi salah satu kondisi yang menyulitkan pengendalian api.
Meskipun operasi utama telah dinyatakan selesai, upaya pembasahan dan pendinginan masih dilakukan di sejumlah lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik panas.
Kondisi pascakebakaran tersebut sekaligus menjadi gambaran besarnya dampak karhutla terhadap kawasan konservasi TNBTS pada musim kemarau 2026.
Penulis : Rusmin
Editor : Redaksi









