Perang AS–Israel vs Iran: Menang Jadi Abu, Kalah Jadi Arang

Sunday, 8 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perang antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran bukan sekadar konflik militer biasa. Ini adalah pertarungan geopolitik besar yang dampaknya melampaui medan perang. Bahkan sebelum perang selesai, satu hal mulai terlihat jelas: siapa pun yang “menang”, dunia tetap akan terbakar.

 

Pepatah lama Nusantara “menang jadi abu, kalah jadi arang” terasa sangat tepat menggambarkan konflik ini.

Perang antara Amerika Serikat–Israel dan Iran bukan sekadar konflik militer.
Jika Iran runtuh, Timur Tengah bisa meledak.
Jika Iran bertahan, krisis energi global bisa menghantam dunia.
Pada akhirnya, pepatah lama terasa nyata:
Menang jadi abu, kalah jadi arang.

 

1. Ini Bukan Sekadar Perang, Ini Pertarungan Dominasi Kawasan

 

Serangan militer yang dimulai akhir Februari 2026 menunjukkan operasi besar-besaran oleh AS dan Israel terhadap fasilitas militer dan strategis Iran. Operasi ini menargetkan pimpinan militer, fasilitas nuklir, dan infrastruktur pertahanan Iran.

 

Namun Iran tidak tinggal diam. Tehran merespons dengan gelombang rudal dan drone ke Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah.

 

Artinya konflik ini bukan lagi operasi terbatas.

Ini sudah berubah menjadi perang regional dengan risiko meluas.

 

Bagi AS dan Israel, tujuannya jelas:

 

menghancurkan kemampuan nuklir Iran

 

mengguncang rezim Tehran

 

menegaskan dominasi keamanan di Timur Tengah

 

 

Bagi Iran, tujuannya juga jelas:

 

bertahan dari serangan

 

menaikkan biaya perang bagi musuh

 

membuktikan bahwa Iran tidak bisa ditaklukkan dengan mudah.

 

 

2. Iran Mungkin Kalah Militer, Tapi Bisa Membakar Ekonomi Dunia

 

Secara militer, Iran kemungkinan sulit mengalahkan kombinasi kekuatan AS dan Israel. Tetapi Iran memiliki “senjata geopolitik” lain: energi dan jalur perdagangan global.

BACA JUGA  Pola yang Muncul Akibat Anomali Sistem: Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat

 

Selat Hormuz—jalur sempit antara Iran dan Oman—mengalirkan sekitar 20% minyak dunia setiap hari.

 

Jika jalur ini terganggu atau ditutup:

 

harga minyak global bisa melonjak drastis

 

pasar energi dunia terguncang

 

ekonomi global mengalami inflasi besar.

 

 

Bahkan sebagian tanker minyak sudah tertahan di sekitar jalur tersebut karena risiko perang meningkat.

 

Dengan kata lain:

Iran mungkin kalah di udara, tapi bisa menang dalam perang ekonomi global.

 

 

3. Israel Menang Taktis, Tapi Risiko Strategis Membesar

 

Bagi Israel, menghancurkan program nuklir Iran adalah prioritas strategis.

 

Namun kemenangan militer tidak otomatis berarti keamanan jangka panjang.

 

Serangan Iran ke wilayah Israel sudah mulai mengenai area sipil di sekitar Tel Aviv dan wilayah padat penduduk lainnya, menimbulkan korban dan kerusakan.

 

Ini menunjukkan satu hal:

meskipun sistem pertahanan Israel sangat maju, biaya perang akan terus meningkat secara sosial dan ekonomi.

 

Lebih berbahaya lagi, konflik ini bisa memicu keterlibatan:

 

kelompok milisi pro-Iran di Lebanon, Irak, Suriah

 

konflik lebih luas di Timur Tengah

 

ketegangan baru antara blok Barat dan sekutunya Iran.

 

 

4. Dunia Ikut Terseret ke Dalam Krisis

 

Perang ini tidak berhenti di Timur Tengah.

 

Efeknya sudah terasa di berbagai sektor global:

 

energi

 

logistik dan pelayaran

 

rantai pasok global

 

serangan siber antar negara

 

 

Bahkan konflik ini sudah memasuki fase perang hibrida, termasuk cyber-attack terhadap infrastruktur dan jaringan digital berbagai negara.

 

Para pemimpin dunia mulai khawatir konflik ini bisa memicu destabilisasi kawasan yang lebih luas dan meningkatkan ketegangan global.

BACA JUGA  Pola Berulang Anggaran Media di Lampung: Skema "Satu Pintu" Tanggamus dan Bayang-Bayang Penyimpangan

 

 

5. Kesimpulan: Tidak Ada Pemenang Sejati

 

Dalam geopolitik, kemenangan tidak selalu berarti kemenangan.

 

Jika AS–Israel menghancurkan Iran, kawasan Timur Tengah bisa berubah menjadi ladang konflik berkepanjangan.

 

Jika Iran bertahan dan membalas, ekonomi global bisa terguncang oleh krisis energi dan keamanan.

 

Pada akhirnya:

 

Israel menghadapi ancaman permanen

 

Iran menghadapi kehancuran ekonomi

 

Amerika Serikat menghadapi perang mahal

 

dunia menghadapi krisis energi dan instabilitas.

 

 

Di sinilah pepatah itu menjadi nyata:

 

Menang jadi abu.

Kalah jadi arang.

 

Dalam perang besar seperti ini,

yang benar-benar terbakar bukan hanya negara yang berperang—

tetapi stabilitas dunia itu sendiri.

 

(*)

Berita Terkait

Administratif 100%, Substansi Masih Dipertanyakan
Regulasi Parkir di Bandar Lampung Disorot, Legalitas Juru Parkir Jadi Sorotan Utama
Penertiban Lapak PKL dan Penataan Parkir di Pasar Tugu Bandar Lampung: Langkah Ketertiban yang Diperlukan atau Tantangan yang Berulang?
Mahasiswa Lampung Gelar Aksi Akbar di DPRD, Tolak Dialog dan Tuntut Penyelesaian Korupsi Tanggamus serta Kasus Andrie Yunus
Takedown Berita karena Imbalan: Pengkhianatan Terang-terangan terhadap Publik
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon: Salah Sasaran atau Pesan Terselubung?
Sinergi atau Subordinasi? Ketika Pers Terlalu Nyaman dengan Kekuasaan
1,5 Tahun Kasus Pembunuhan Sadis Riyas Nuraini Belum Terungkap, Fatayat NU Lampung Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 08:16 WIB

Administratif 100%, Substansi Masih Dipertanyakan

Saturday, 11 April 2026 - 04:14 WIB

Regulasi Parkir di Bandar Lampung Disorot, Legalitas Juru Parkir Jadi Sorotan Utama

Tuesday, 7 April 2026 - 15:48 WIB

Penertiban Lapak PKL dan Penataan Parkir di Pasar Tugu Bandar Lampung: Langkah Ketertiban yang Diperlukan atau Tantangan yang Berulang?

Tuesday, 7 April 2026 - 07:21 WIB

Mahasiswa Lampung Gelar Aksi Akbar di DPRD, Tolak Dialog dan Tuntut Penyelesaian Korupsi Tanggamus serta Kasus Andrie Yunus

Tuesday, 7 April 2026 - 04:35 WIB

Takedown Berita karena Imbalan: Pengkhianatan Terang-terangan terhadap Publik

Berita Terbaru

SPDB EDWARD SYAH PERNONG/photo.Istimewa

Bongkar Post TV

Edward Syah Pernong: Menjaga Marwah Adat di Tengah Gelombang Zaman

Sunday, 19 Apr 2026 - 07:31 WIB

Akuntabilitas Daerah

Administratif 100%, Substansi Masih Dipertanyakan

Saturday, 18 Apr 2026 - 08:16 WIB