PERMAHI Lampung Minta Mabes Polri Evaluasi Kinerja Polda Lampung yang Carut Marut

Monday, 3 February 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta, BP

Permahi (Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia) menanyakan sikap penyembuhan yang dilakukan Polda Lampung, karena ada kasus yang belum terselesaikan tentang 4 Tanahan yang kabur dengan Barang Bukti ratusan kilogram diperkirakan jaringan internasional Fredy Pratama, pada hari Senin (03/02/2025).

Adapun kasus yang belum terselesaikan itu adalah kaburnya 4 resistensi narkoba yang terjadi pada tahun 2023 yang lalu, hingga saat ini belum ada kabar yang pasti, diduga melibatkan anggota polri sebagai baking narkoba di Lampung.

Para tahanan tersebut adalah jaringan narkoba yang berada di wilayah aceh, mereka ditangkap pada dua kasus berbeda di Pelabuhan Laut Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Rabu (6/12/2023).

Peristiwa kaburnya tahanan diketahui ketika salah seorang tahanan berteriak kepada petugas jaga bahwa ada tahanan melarikan diri, adapun keterangan dari polda lampung pukul 01:00 WIB, anggota memeriksa kondisi sel tahanan pada saat itu tahanan masih lengkap.

Kemudian pada pukul 03:00 WIB salah satu tahanan memanggil petugas dan mengatakan bahwa ada tahanan yang berhasil melarikan diri.

Keempatnya berhasil kabur dengan cara memotong jeruji besi yang terpasang di ventilasi menggunakan gergaji besi.

Kasus tersebut masih dalam proses pencarian dan tidak ada kabar dari tahun 2023 hingga sekarang 2025.

Melihat kejadian tersebut sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Permahi (Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia), bereaksi karena kasus tersebut belum tuntas, dan para pejabat yang menangani kasus tersebut sudah dalam pengobatan.

Ketua umum Permahi mengatakan kami akan mengadakan aksi terkait hal tersebut di mabes polri, karena kasus tersebut belum menyelesaikan pejabatnya sudah di obati.

“Kami akan selalu berada di garda terdepan dalam melihat kondisi pada khusus nya yang ada di provinsi Lampung, mungkin bukan hanya tahanan kabur saja yang belum tuntas akan tetapi banyak kasus yang belum tuntas tapi sudah di pengobatan, hari ini kami mengantongi 5 nama pejabat Polda Lampung yg di obati ke mabes polri.” ungkap ketua umum permahi Tri Rahmadona.

BACA JUGA  Delapan Tahun Sertifikat PTSL Mangkrak, Kinerja BPN Kota Bandar Lampung Dipertanyakan

Berita Terkait

Soroti Pinjaman Pemprov Lampung Rp1 Triliun, Formmasi Demo di Kejagung: Masyarakat Digepit Hutang
Buntut Deadlock, Rycko Menoza Bypass Hanan A. Rozak dalam Pembentukan Formatur
Hari Tani Nasional 2026: Ribuan Petani Sampaikan Desakan Kepada Kapolda Lampung
Timses Diduga Mainkan Dana Revitalisasi, APH Diminta Turun Tangan
Jawaban Tuai Kontroversi, Anggaran Belanja Disperindag Lampung Rp16,5 Miliar Dinilai Tak Transparan
Revitalisasi Sekolah Bandar Lampung Disorot, Dugaan Pengondisian oleh Timses Mengemuka
Elemen Masyarakat Lapor KLHK dan ESDM: Stop Perizinan Proyek Panas Bumi Suoh-Sekincau
Trotoar Rp21 Miliar Ambruk, Komisi III DPRD Temukan Material Bekas

Berita Terkait

Tuesday, 29 September 2026 - 02:58 WIB

Soroti Pinjaman Pemprov Lampung Rp1 Triliun, Formmasi Demo di Kejagung: Masyarakat Digepit Hutang

Saturday, 26 September 2026 - 15:17 WIB

Buntut Deadlock, Rycko Menoza Bypass Hanan A. Rozak dalam Pembentukan Formatur

Wednesday, 23 September 2026 - 18:25 WIB

Hari Tani Nasional 2026: Ribuan Petani Sampaikan Desakan Kepada Kapolda Lampung

Monday, 21 September 2026 - 17:34 WIB

Timses Diduga Mainkan Dana Revitalisasi, APH Diminta Turun Tangan

Thursday, 17 September 2026 - 23:15 WIB

Jawaban Tuai Kontroversi, Anggaran Belanja Disperindag Lampung Rp16,5 Miliar Dinilai Tak Transparan

Berita Terbaru