Prabowo ke Kepala Dapur MBG: Jangan Curi Uang Rakyat, Kepentingan Anak Bangsa di Atas Semua!

Thursday, 4 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok.Istimewa

Foto: Dok.Istimewa

*Prabowo ke Kepala Dapur MBG: Jangan Curi Uang Rakyat, Kepentingan Anak Bangsa di Atas Semua!*

Bongkar Post | BOGOR – Presiden Prabowo Subianto memberikan ultimatum keras dan tegas kepada seluruh pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta elemen pelaksana Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Negara menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk penyimpangan anggaran yang merugikan rakyat demi menjamin masa depan gizi anak bangsa.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Presiden dalam acara bertajuk “Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition” yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (3/6/2026).

Sikap Tegas Demi Hak Rakyat

Dalam arahannya di hadapan 12.173 peserta yang terdiri dari pengelola dapur, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), serta mitra pelaksana, Presiden Prabowo menekankan pentingnya loyalitas dan kesungguhan dalam mengemban tugas mulia ini. Beliau memberikan peringatan terbuka bagi siapa saja yang tidak mampu bekerja secara profesional.

“Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau kalian tidak setia dan tidak loyal, silakan minggir. Yang penting, kepentingan rakyat di atas semua kepentingan,” ujar Presiden Prabowo dengan nada lugas yang disambut riuh tepuk tangan peserta.

Presiden juga mengulang komitmennya untuk mengawal ketat setiap rupiah dana negara. Komitmen integritas ini menjadi pesan utama agar program nasional ini dapat berjalan bersih tanpa kebocoran anggaran.

“Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian,” tegas beliau.

Latar Belakang dan Evaluasi Tata Kelola

Ketegasan Presiden ini menyusul langkah cepat pemerintah dalam melakukan pembersihan internal di jajaran pimpinan tinggi lembaga pengawas. Sehari sebelumnya, pada Selasa (2/6/2026) malam, pemerintah resmi merombak pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Posisi Kepala BGN kini dijabat oleh Nanik Sudaryati Deyang menggantikan pejabat sebelumnya guna memperkuat fungsi pengawasan tata kelola logistik pangan daerah.

BACA JUGA  Kesaksian DPRD Ungkap Proyek Mewah Berkuda Herman Deru Rp1,72 Miliar, Pola Mirip Kasus Edison

Langkah penyegaran ini diambil untuk memastikan standarisasi mutu makanan di tingkat tapak terjaga sepenuhnya. Dalam forum tersebut, Presiden bahkan menginstruksikan hal detail seperti melarang penyajian menu telur dadar yang rentan dioplos tepung. Pihak dapur diwajibkan menyajikan protein utuh seperti telur ceplok atau rebus demi menjaga nilai nutrisi optimal anak-anak sekolah.

Optimisme Kebangkitan Ekonomi Desa

Meski dibayangi langkah disiplin yang ketat terhadap internal pelaksana, Presiden Prabowo menyuarakan optimisme besar bahwa sistem pertahanan gizi ini akan membawa dampak masif bagi perekonomian nasional. Pembangunan ekosistem dapur sehat di daerah diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru berbasis pedesaan.

Berdasarkan data kalkulasi pemerintah, apabila program MBG ini telah berjalan pada kapasitas puncaknya, sistem ini ditargetkan mampu menyalurkan asupan nutrisi bagi 83 hingga 85 juta penerima manfaat.

Operasional dari target 30 ribu unit dapur mandiri yang tersebar di pelosok nusantara juga diprediksi akan membuka sedikitnya 1,5 juta lapangan kerja formal baru di sektor pengolahan makanan. Angka tersebut berpotensi menggandakan 1,5 juta serapan tenaga kerja lain pada rantai pasok agrikultur lokal, seperti petani, peternak, dan nelayan desa yang hasil panennya diserap langsung tanpa melalui tengkulak.

Pertemuan akbar di SICC ini ditutup dengan penguatan konsolidasi nasional. Langkah penertiban manajemen di awal periode ini dipandang sebagai sinyal positif bagi publik bahwa program prioritas pemenuhan gizi nasional di era Kabinet Merah Putih berjalan di atas rel hukum, akuntabilitas, dan komitmen pemenuhan gizi yang optimal.
[]

Penulis : Rusmin

Editor : Bongkar Post

Sumber Berita : Bongkar Post

Berita Terkait

Proyek Panas Bumi Suoh-Sekincau Bersinggungan dengan Warisan Dunia UNESCO, Modifikasi Batas Belum Final
Prabowo Perintahkan Panglima TNI dan Kapolri Usut 1.000 Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung
Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2026
Benny K Harman Hardik Wartawan: “Woi Kau, Otak Kamu Ada Nggak?
Surat Penyetaraan Pendidikan Gibran Digugat ke PTUN, Dasar dan Kewenangan Penerbitannya Dipersoalkan
Kasus Dugaan Mafia Tanah Way Kanan Diambil Alih Kejagung, Kajati: Kerugian Negara Sudah Lebih dari Rp1 Triliun
Dari Modal Rp70 Ribu ke Panggung Akademik, Buku Muhammad Ja’far Hasibuan Resmi Diluncurkan di UI
Dino Patti Djalal Kecam Keras Aksi Biadab OPM yang Menembak Tiga Warga Sipil di Yahukimo, Papua
Tag :

Berita Terkait

Friday, 4 September 2026 - 15:10 WIB

Proyek Panas Bumi Suoh-Sekincau Bersinggungan dengan Warisan Dunia UNESCO, Modifikasi Batas Belum Final

Saturday, 15 August 2026 - 23:42 WIB

Prabowo Perintahkan Panglima TNI dan Kapolri Usut 1.000 Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung

Friday, 14 August 2026 - 08:32 WIB

Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2026

Thursday, 13 August 2026 - 07:48 WIB

Benny K Harman Hardik Wartawan: “Woi Kau, Otak Kamu Ada Nggak?

Wednesday, 12 August 2026 - 07:22 WIB

Surat Penyetaraan Pendidikan Gibran Digugat ke PTUN, Dasar dan Kewenangan Penerbitannya Dipersoalkan

Berita Terbaru

Kolase. Foto/ilustrasi.istimewa

Feature

Rp2,8 Miliar Sehari, Tetapi Siapa yang Menikmatinya?

Tuesday, 1 Sep 2026 - 07:40 WIB