Tragedi Katibung: Jasad Anak Berbalut Surat Wasiat dan Hilangnya Mata Pemerintah Daerah

Saturday, 23 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sepucuk Surat yang Ditulis Orang Tua Korban./ foto: Dok.Istimewa

Sepucuk Surat yang Ditulis Orang Tua Korban./ foto: Dok.Istimewa

Bongkar Post | KATIBUNG – Penemuan jasad anak perempuan tanpa identitas di Dusun Kampung Sawah, Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, menguak sisi kelam jaring pengaman sosial di daerah tersebut. Korban yang diperkirakan berusia 11 hingga 13 tahun ditemukan warga tergeletak di depan sebuah rumah kosong di pinggir jalan lintas pada Jumat dini hari (22/5/2026).

Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung Selatan. Berdasarkan data kepolisian, korban ditemukan dalam kondisi terbungkus kain putih di dalam kardus. Di sela dekapan kain tersebut, petugas menemukan bungkusan plastik berisi obat-obatan serta sepucuk surat wasiat yang ditulis oleh orang tua korban.
Surat bernada pilu tersebut berbunyi:

“Assalamualaikum, bagi yang menemui jasad anak saya meninggal dikarenakan penyakit diabet. Kami sebagai orangtua tidak bisa memakamkannya secara layak karena baru 3 hari di Kota Lampung dan kami terlontang-lantung tidak ada tempat tinggal (ditipu orang)”.

Absennya Fungsi Pengawasan dan Perlindungan Sosial

Fakta krusial menjadi sorotan Kemana hadirnya Pemda setempat saat warganya telantar hingga anak mereka meninggal tanpa pertolongan?
Kasus ini membuktikan lumpuhnya fungsi deteksi dini Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lampung Selatan. Sepasang orang tua bisa luntang-lantung di wilayah administrasi Lampung Selatan selama tiga hari setelah ditipu, tanpa ada satu pun aparatur kecamatan maupun dinas terkait yang mendeteksi keberadaan mereka.

Hingga berita ini diturunkan, jasad korban telah dievakuasi oleh Polsek Katibung bersama petugas Puskesmas Rawat Inap Katibung menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk proses autopsi dan identifikasi. Selanjutnya dimakamkan di desa Rangau Katibung.

Namun, respon cepat pasca-kejadian oleh kepolisian tidak bisa menghapus fakta ketidakhadiran birokrasi Pemda di hulu masalah. Kematian anak akibat diabetes yang tidak tertangani, ditambah keputusasaan orang tua yang membuang jasad darah dagingnya karena kemiskinan ekstrem, adalah bukti nyata kegagalan sistem jaminan kesehatan dan sosial di tingkat lokal.

BACA JUGA  Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Diduga Air Keras, Empat Anggota BAIS TNI Diamankan Puspom

Desakan Evaluasi Kinerja Pemkab Lampung Selatan

Publik kini mendesak Bupati dan jajaran Pemkab Lampung Selatan untuk tidak menutup mata dan hanya memperlakukan kasus ini sebagai peristiwa kriminal murni biasa. Polisi memang masih menyelidiki identitas orang tua dan kebenaran motif di balik surat tersebut. Namun secara substantif, keberadaan tunawisma yang telantar hingga berujung kematian anak di ruang publik adalah tanggung jawab mutlak pemerintah daerah berdasarkan amanat konstitusi.

Masyarakat menuntut adanya keterbukaan informasi dari Pemda mengenai program penanganan warga telantar dan korban penipuan yang masuk ke wilayah Lampung Selatan. Tragedi Katibung harus menjadi momentum evaluasi total terhadap efektivitas anggaran kemiskinan dan pengawasan sosial yang selama ini diklaim berjalan dengan baik oleh pemangku kebijakan.
(***)

Penulis : Rusmin

Editor : Bongkar Post

Berita Terkait

Cekcok di Kafe Berujung Maut, Oknum TNI Tembak Sesama Prajurit di Palembang
Nobar Film “Pesta Babi” di Bandar Lampung Tuai Ragam Tanggapan Peserta
Dua Kali Mangkir, Arinal Junaidi Akhirnya Hadiri Sidang Kasus PI 10 Persen di PN Tanjungkarang
Hamli Rekan Pelaku Penembakan Bripka Arya Ditangkap Tim Khusus Polda Lampung, Eksekutor Masih Diburu
Jejak Keberanian di Jalan ZA Pagar Alam: Menjemput Fajar, Menitipkan Kehormatan
Kapolda Lampung Ultimatum Begal Penembak Brigpol Arya: “Tak Ada Tempat Sembunyi, Tim Gabungan Sudah Bergerak
Diskusi Perlindungan Ojol di Lampung: Rumuskan Usulan hingga Petisi Bersama
Relawan Dapur MBG di Lampung Utara Keluhkan Pemberhentian Sepihak, Minta Keadilan

Berita Terkait

Saturday, 23 May 2026 - 16:13 WIB

Tragedi Katibung: Jasad Anak Berbalut Surat Wasiat dan Hilangnya Mata Pemerintah Daerah

Sunday, 17 May 2026 - 11:35 WIB

Cekcok di Kafe Berujung Maut, Oknum TNI Tembak Sesama Prajurit di Palembang

Wednesday, 13 May 2026 - 18:04 WIB

Nobar Film “Pesta Babi” di Bandar Lampung Tuai Ragam Tanggapan Peserta

Wednesday, 13 May 2026 - 04:35 WIB

Dua Kali Mangkir, Arinal Junaidi Akhirnya Hadiri Sidang Kasus PI 10 Persen di PN Tanjungkarang

Monday, 11 May 2026 - 16:32 WIB

Hamli Rekan Pelaku Penembakan Bripka Arya Ditangkap Tim Khusus Polda Lampung, Eksekutor Masih Diburu

Berita Terbaru

E-Paper

Walikota Bandar Lampung Minta OPD Berinovasi Berbasis Digital

Thursday, 21 May 2026 - 00:31 WIB