Api Hangat di Tengah Dingin Bencana: Kisah Humanis Pengabdian Polri pada Korban Banjir Bandang Sumatera

Sunday, 21 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto.Dok.IST

foto.Dok.IST

**Padang Pariaman, BP – Di balik bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November lalu—dengan lebih dari 1.000 jiwa melayang dan ratusan ribu rumah rusak akibat Siklon Tropis Senyar—ada cerita-cerita kecil yang menyinari kegelapan duka. Cerita tentang personel Polri yang tak hanya menjaga keamanan, tapi menjadi saudara, ayah, dan sekaligus harapan bagi ribuan korban.

Di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman—salah satu wilayah terparah di Sumatera Barat—personel Satuan Brimob Polda Lampung menempuh jalur terjal berlumpur dan banjir untuk mendirikan dapur lapangan. Pada 7 Desember 2025, mereka tiba di SDN 05 Batang Anai, Desa Sungai Buluh. Dari pagi hingga malam, api kompor tak pernah padam. Ratusan porsi nasi hangat dengan lauk sederhana dimasak dan dibagikan kepada warga yang desanya terisolasi.“Melihat anak-anak dan lansia makan dengan lahap, rasa lelah hilang seketika,” ujar salah seorang personel Brimob Lampung yang enggan disebut namanya. Dapur lapangan ini berpindah lokasi berkali-kali: dari Sungai Buluh ke Kampuang Tengah Talao Mundam, hingga Desa Banda Cino. Tak hanya makanan, mereka juga mendistribusikan air bersih dan membantu evakuasi warga yang rumahnya tertimbun longsor.

Komandan Satuan Brimob Polda Lampung, Kombes Pol Yustanto Mujiharso, menegaskan, “Ini bukan sekadar tugas, tapi panggilan hati. Kami datang dari Lampung, tapi rasa sakit warga Sumbar adalah rasa sakit kami juga.” Pengabdian serupa terlihat di berbagai titik. Di posko pengungsian Padang Panjang dan Agam, polwan dan tim trauma healing Polri menggelar kegiatan untuk anak-anak: bermain, bernyanyi, dan membagikan alat tulis. Tawa anak-anak yang sempat hilang akibat trauma banjir bandang, perlahan kembali.

BACA JUGA  Skandal Tender "Hantu": CV Adie Jaya Perkasa Raih Rp20 Miliar di DPUPR Lamsel, Alamat Palsu yang Ungkap Lubang Hitam Pengadaan APBD

Seorang ibu di Desa Sungai Buluh Barat, yang rumahnya rusak berat, berkata dengan mata berkaca-kaca: “Polisi ini seperti keluarga sendiri. Mereka datang membawa makanan, tapi yang lebih penting, membawa semangat hidup kembali.” Di tengah evakuasi korban longsor di Sibolga dan Tapanuli, personel Polri bahu-membahu dengan Basarnas dan TNI, menembus medan berbahaya untuk menyelamatkan nyawa.

Bencana ini, menurut BNPB per 19 Desember 2025, telah merenggut lebih dari 1.072 nyawa dengan 186 orang masih hilang. Namun, di balik bencana, pengabdian Polri—dari dapur lapangan hingga pelukan trauma healing—membuktikan bahwa institusi bhayangkara negara tak hanya penegak hukum, tapi pelindung kemanusiaan sejati.

Kisah-kisah ini bukanlah propaganda, melainkan potret nyata solidaritas di saat bangsa sedang diuji. Polri, dengan segala keterbatasan, terus hadir. Mereka mengingatkan kita: di tengah dinginnya bencana, ada api hangat pengabdian yang tak pernah padam. Semoga cerita ini menginspirasi, dan Indonesia segera bangkit dari duka. *)

Penulis : Rusmin

Berita Terkait

Imam Ghozali Digeser dari RSUDAM: Diselamatkan atau Ditarik dari Pusaran Masalah?
Desakan Serikat Petani Lampung kepada Kapolda Jelang Hari Tani: Usut Mafia Tanah hingga Hentikan Kriminalisasi Petani
Revitalisasi Sekolah APBN Disorot, Tenaga Ahli DPR Disebut Terima Fee Proyek
Proyek Panas Bumi Suoh-Sekincau Bersinggungan dengan Warisan Dunia UNESCO, Modifikasi Batas Belum Final
Distribusi Gabah Lampung ke Jawa Diperketat, Sopir Truk Nekat Terobos Penyekatan
Klarifikasi Satker PJN Wilayah II Lampung: CV Raden Galuh Hanya Satu Paket
Proyek Panas Bumi di Suoh Sekincau Sebabkan Rumah Warga dan Konstruksi Jalan Retak-Retak
Transparansi Proyek Jalan: Akuntabilitas yang Tak Boleh Ditunda

Berita Terkait

Tuesday, 6 October 2026 - 09:45 WIB

Imam Ghozali Digeser dari RSUDAM: Diselamatkan atau Ditarik dari Pusaran Masalah?

Monday, 21 September 2026 - 08:09 WIB

Revitalisasi Sekolah APBN Disorot, Tenaga Ahli DPR Disebut Terima Fee Proyek

Friday, 4 September 2026 - 15:10 WIB

Proyek Panas Bumi Suoh-Sekincau Bersinggungan dengan Warisan Dunia UNESCO, Modifikasi Batas Belum Final

Tuesday, 1 September 2026 - 00:49 WIB

Distribusi Gabah Lampung ke Jawa Diperketat, Sopir Truk Nekat Terobos Penyekatan

Monday, 31 August 2026 - 19:57 WIB

Klarifikasi Satker PJN Wilayah II Lampung: CV Raden Galuh Hanya Satu Paket

Berita Terbaru