Dinas Pangan Kota Bandar Lampung : Habiskan Anggaran Rp1.2 Miliar Untuk Belanja “Bahan-bahan Lainnya” ?

Thursday, 21 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, BP

Dinas Pangan Kota Bandar Lampung TA 2025 kelola anggaran mencapai Rp2.798.406.040. !

Pos belanja bahan-bahan lainnya yang nilainya mencapai Rp1.200.000.000. (satu miliar dua ratus juta rupiah). Tidak dijelaskan secara rinci bentuk dan peruntukannya.

Angka yang cukup besar Rp2,8 miliar itu, terbagi menjadi beberapa pos, yaitu belanja konsumsi, perjalanan dinas, dan “bahan-bahan lainnya”.

Pos belanja konsumsi : makan dan minuman rapat, dialokasikan Rp210.950.000. Dengan rincian : Rp12,5 juta untuk satu kali rapat ; Rp25 juta untuk rapat berikutnya ;  dan berikutnya ; dan lain-lainnya.

Pos perjalanan dinas paket meeting dalam kota alokasi Rp98.620.000., Dengan rincian : Enam paket perjalanan yaitu, Rp14,5 juta, Rp15,66 juta, Rp11,4 juta, Rp13,92 juta, Rp37,91 juta, dan Rp5,22 juta.

Selain itu, ada juga belanja barang untuk dijual/diserahkan kepada masyarakat dengan total Rp246.999.181, terdiri dari Rp65 juta, Rp76,99 juta, dan Rp105 juta.

Lalu belanja jasa penyelenggaraan acara sebesar Rp132.425.000, belanja jasa konversi aplikasi/sistem informasi Rp37 juta, sewa alat bantu lainnya Rp101 juta, sewa kendaraan angkutan barang Rp48 juta, serta pengadaan pakaian dinas lapangan (PDL) Rp14,3 juta dan pakaian batik tradisional Rp13,1 juta.

Tak berhenti di situ, dalam pos anggaran swakelola, dinas juga mencatat pengeluaran senilai Rp93.670.000.

Dana ini terbagi untuk honorarium pejabat Rp14,52 juta, honorarium narasumber dan panitia Rp11,45 juta, jasa operator komputer Rp24 juta, lembur Rp33,5 juta, serta honorarium tim penyusunan jurnal dan pengelola website Rp10,2 juta

Agung, Pengamat kebijakan publik menyoroti alokasi belanja yang terlalu bengkak ia nilai sebagai pemborosan.

“Anggaran pangan seharusnya fokus pada peningkatan ketahanan pangan masyarakat, bukan habis di meja rapat dan perjalanan dinas,” kritik Agung.

BACA JUGA  Mengukir Kesuksesan Bersama: Terima Kasih Santiaji 2025

“Bagaimana mungkin ratusan juta rupiah dihabiskan hanya untuk makan dan minum rapat, sementara masyarakat masih menghadapi persoalan harga pangan yang fluktuatif? Ini jelas tidak efisien dan jauh dari prioritas publik,” terang Agung.

Agung juga menyoroti pos perjalanan dinas dan paket meeting dalam kota yang mencapai Rp98 juta.

“Perjalanan dinas dan rapat-rapat internal seharusnya dilakukan secara sederhana, bukan dijadikan ladang pemborosan. Jika anggaran digunakan dengan efisien, dana sebesar itu bisa dialihkan untuk program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti subsidi pangan atau penguatan ketahanan pangan lokal,” tegasnya.

Rp1,2 miliar, Pos Belanja ‘bahan-bahan lainnya’ ?

“Inilah masalah klasik dalam tata kelola anggaran yaitu ada pos besar yang disebut ‘lain-lain’ tanpa transparansi. Publik berhak curiga karena angka sebesar itu bisa saja jadi celah kebocoran anggaran. Kalau memang benar-benar untuk kepentingan masyarakat, seharusnya dijelaskan secara terbuka, bukan ditutup-tutupi dengan istilah umum seperti ‘bahan-bahan lainnya’,” katanya.

Agung menekankan, penggunaan uang rakyat seharusnya memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas selaras perintah Presiden Prabowo terkait efisiensi.

“Anggaran daerah bukan milik segelintir pejabat, melainkan uang publik yang harus digunakan se-efisien mungkin. Dalam kondisi ekonomi yang sulit, menghambur-hamburkan Rp2,8 miliar untuk konsumsi, perjalanan, dan pos-pos tak jelas bukan hanya keliru, tapi juga bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat,” tegasnya.(red)

Berita Terkait

Demo di KPK, TRIGA LAMPUNG Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Kementerian PU dan Proyek Daerah
TRIGA Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Besar di Lampung
Mangkir Sekali, Arinal Kembali Dipanggil Kejati Lampung Hari Ini
Unila Gelar Pasca Sarjana 2026/27 Mirza-Jihan Kompak Daftar
Harga Pangan Timpang, Gubernur Ungkap Rantai Distribusi yang Panjang Jadi Tantangan
Banjir Rendam Bandar Lampung Akibat Hujan Deras, Aktivitas Warga Terganggu
Eva Dwiana: Pemkot Bandar Lampung Bisa Jadi Contoh Penanganan TBC
Penguatan Ekonomi Lampung, Gubernur Mirza Dan Komunitas Biker Bersinergi

Berita Terkait

Wednesday, 22 April 2026 - 20:20 WIB

Demo di KPK, TRIGA LAMPUNG Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Kementerian PU dan Proyek Daerah

Tuesday, 21 April 2026 - 17:08 WIB

TRIGA Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Besar di Lampung

Tuesday, 21 April 2026 - 15:48 WIB

Mangkir Sekali, Arinal Kembali Dipanggil Kejati Lampung Hari Ini

Sunday, 19 April 2026 - 17:26 WIB

Unila Gelar Pasca Sarjana 2026/27 Mirza-Jihan Kompak Daftar

Wednesday, 15 April 2026 - 17:28 WIB

Harga Pangan Timpang, Gubernur Ungkap Rantai Distribusi yang Panjang Jadi Tantangan

Berita Terbaru

April

TRIGA Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Besar di Lampung

Tuesday, 21 Apr 2026 - 17:08 WIB

Kajati Lampung, Danang Suryo Wibowo./photo.Istimewa

Bandarlampung

Mangkir Sekali, Arinal Kembali Dipanggil Kejati Lampung Hari Ini

Tuesday, 21 Apr 2026 - 15:48 WIB

Lampung

Tiga Asosiasi Media Siber di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Tuesday, 21 Apr 2026 - 07:36 WIB