[Lancung] Predikat Opini WTP “Berbayar

Friday, 12 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*[Lancung] Predikat Opini WTP “Berbayar”*

Bongkar Post | JAKARTA – Status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kembali kehilangan kesaktian moralnya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa stempel WTP ternyata bukan barang gratis dan sama sekali bukan jaminan sebuah instansi bersih dari korupsi. Sederet kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar tabir gelap di mana predikat WTP dipesan dan dibeli dengan uang suap miliaran rupiah.

Modus Jual-Beli Stempel WTP Terbongkar Lagi

Ironi “WTP berbayar” kembali memuncak setelah KPK melakukan OTT terhadap Bupati Muara Enim, Edison, dan menyeret oknum ASN BPK Perwakilan Sumatera Selatan, Titin Rita Lestari. Kasus ini menegaskan bahwa audit administratif sering kali menjadi komoditas transaksional. Para pejabat daerah rela menggelontorkan dana taktis hingga Rp1,6 miliar melalui makelar audit demi mengubah temuan penyimpangan anggaran menjadi laporan yang terlihat “bersih” di atas kertas.
Modus “buka-tutup” rekening penampung atas nama office boy dan pegawai rendahan digunakan untuk menyamarkan aliran uang pemulus kompromi audit tersebut. Fenomena ini membuktikan adanya celah besar dalam integritas struktural lembaga pengawas keuangan negara.

Audit Kertas vs Realita Korupsi

Kritik tajam dari para pegiat antikorupsi menyoroti metode pemeriksaan BPK yang selama ini terlalu bertumpu pada aspek legal-formal dokumen administrasi. Selama kuitansi, stempel, dan tanda tangan lengkap, laporan keuangan dianggap wajar. Padahal, di balik kerapian dokumen tersebut, praktik penggelembungan anggaran (mark-up), proyek fiktif, hingga manipulasi tender terstruktur tetap berjalan mulus di lapangan.

Predikat Administratif untuk Memburu Insentif

Dugaan kuat bahwa kejar-kejaran mengejar opini WTP bukan didasari oleh semangat transparansi murni, melainkan demi insentif fiskal dari Kementerian Keuangan. Opini WTP menjadi prasyarat bagi pemerintah daerah untuk mencairkan Dana Insentif Daerah (DID) atau memuluskan kenaikan tunjangan kinerja reformasi birokrasi. Akibatnya, esensi dari akuntabilitas publik bergeser menjadi sekadar perburuan bonus finansial yang dipaksakan dengan segala cara, termasuk menyuap auditor.
Jika BPK tidak segera merombak mutu kualitas audit dengan memperluas populasi pemeriksaan dan membersihkan internalnya dari makelar kasus, opini WTP hanya akan terus berakhir menjadi sertifikat pengaman palsu bagi para pelaku rasuah.
(Rusmin)

BACA JUGA  Hak Jawab atau Upaya Pembungkaman? Menguji Nyali Kemenag Lampung

Penulis : Rusmin

Editor : Bongkar Post

Berita Terkait

Fenomena Pejabat MBG (Maling, Begal, Garong) dan Kultur Korup yang Nggak Ada Matinya
Bancakan Dana Gizi: Kejagung Bongkar Modus Insentif Miliaran Rupiah dan Mark-Up Petinggi BGN
Memutus Nadi Begal Bukan dengan Peluru, Tapi Menghancurkan Pasar Penadah
Anatomi “Aspal Mahal” di Linggarsari: Potret Buruk Efisiensi dan Risiko Kerugian Negaraso
Skandal Dana PI Lampung: Perdata atau Pidana? Membaca Arah Dugaan Korupsi yang Menyeret Nama Arinal Djunaidi
Hak Jawab atau Upaya Pembungkaman? Menguji Nyali Kemenag Lampung
Isu Gratifikasi dan Transaksi Jabatan Kemenag Lampung Bergulir, Publik Tunggu Transparansi
Pengacara Arinal Djunaidi Gelar Konferensi Pers di Bandar Lampung, Tegaskan Tidak Ada Kerugian Negara dari Dana PI 10%

Berita Terkait

Friday, 12 June 2026 - 03:10 WIB

[Lancung] Predikat Opini WTP “Berbayar

Thursday, 4 June 2026 - 06:25 WIB

Bancakan Dana Gizi: Kejagung Bongkar Modus Insentif Miliaran Rupiah dan Mark-Up Petinggi BGN

Saturday, 9 May 2026 - 18:34 WIB

Memutus Nadi Begal Bukan dengan Peluru, Tapi Menghancurkan Pasar Penadah

Friday, 8 May 2026 - 09:05 WIB

Anatomi “Aspal Mahal” di Linggarsari: Potret Buruk Efisiensi dan Risiko Kerugian Negaraso

Thursday, 7 May 2026 - 08:05 WIB

Skandal Dana PI Lampung: Perdata atau Pidana? Membaca Arah Dugaan Korupsi yang Menyeret Nama Arinal Djunaidi

Berita Terbaru

Feature Kritis

[Lancung] Predikat Opini WTP “Berbayar

Friday, 12 Jun 2026 - 03:10 WIB

Lampung

152 Penghargaan Arinal Djunaidi Bernilai Nol Dibalik Jeruji Besi

Thursday, 11 Jun 2026 - 15:10 WIB

E-Paper

Warga Pesisir Barat Antusias Sambut Prabowo

Thursday, 11 Jun 2026 - 02:41 WIB

E-Paper

Lampung Jadi Pusat Bioetanol Nasional

Tuesday, 9 Jun 2026 - 19:07 WIB