BANDAR LAMPUNG, BP – Penertiban parkir liar di Jalan Pemuda, tepatnya di depan Mall Chandra Tanjung Karang, menuai perhatian publik. Sejumlah warga menilai langkah tersebut perlu diperluas ke titik lain yang dinilai menimbulkan kemacetan, salah satunya kawasan Pasar Tugu di Jalan Hayam Wuruk, Bandar Lampung.
Sorotan tersebut muncul setelah beredarnya video yang diunggah akun media sosial, tiktok Indra Segalogalo @ketumintegritymediaforum. Dalam video itu, ia menyoroti kondisi parkir yang dinilai semrawut dan memakan badan jalan di kawasan Pasar Tugu.
https://vt.tiktok.com/ZSmULK264/
“Nih lihat… bukan di depan Chandra aja yang hancur makan badan jalan. Eksekusi juga ini Pasar Tugu ini, sudah sulit masyarakat mau lewat. Jangan depan Chandra aja yang dirapihkan, tapi ini juga nih, Pasar Tugu ini, semrawut! Ayoo Pol PP Bandar Lampung rapihkan semuanya,” ujar Indra dalam video tersebut.
Kemacetan Harian di Kawasan Pasar Tugu
Berdasarkan pantauan warga, parkir kendaraan roda dua dan roda empat di sekitar Pasar Tugu kerap menggunakan badan jalan. Kondisi ini menyebabkan penyempitan jalur lalu lintas dan menimbulkan kemacetan, terutama pada jam aktivitas perdagangan.
Warga menyebut kondisi tersebut bukan terjadi baru-baru ini, melainkan sudah berlangsung lama tanpa penataan yang konsisten.
Dorongan Penertiban Menyeluruh
Sejumlah masyarakat mendukung langkah aparat dalam menertibkan parkir liar. Namun mereka berharap penindakan dilakukan secara menyeluruh dan tidak terbatas pada satu kawasan saja.
Penertiban parkir liar dinilai penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatkan ketertiban tata kelola ruang publik.
Peran Pemerintah Daerah dan Penegak Aturan
Pengelolaan parkir di ruang publik menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui perangkat teknis terkait. Penertiban parkir liar juga melibatkan aparat penegak peraturan daerah guna memastikan aktivitas parkir berjalan sesuai aturan.
Masyarakat berharap adanya penataan yang berkelanjutan serta sistem parkir yang lebih tertib agar tidak kembali memicu kemacetan di kawasan pusat aktivitas ekonomi.
(Red/*)
Editor : Redaksi








