Bongkar Post | Bandar Lampung – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Presiden Republik Indonesia menyalurkan sebanyak 16 ekor sapi kurban untuk masyarakat di Provinsi Lampung melalui program Bantuan Kemasyarakatan (Banmas).
Seluruh sapi kurban tersebut berasal dari peternak rakyat yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Lampung. Masing-masing ternak yang terpilih memiliki bobot besar, bahkan sebagian di antaranya mencapai lebih dari satu ton.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Lili Mawarti, Kamis (14/5/2026).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, mengatakan sebelumnya Pemerintah Provinsi Lampung mengusulkan 34 ekor sapi kepada pemerintah pusat untuk mengikuti seleksi program Banmas sapi kurban Presiden.
“Seluruh ternak yang diajukan memiliki bobot mulai dari 900 kilogram. Setelah melalui proses seleksi administrasi, teknis, hingga performa ternak, akhirnya ditetapkan 16 ekor sapi sebagai calon Banmas sapi Presiden untuk Provinsi Lampung,” ujar Lili.
Menurut dia, program bantuan sapi kurban tahun ini tetap mengutamakan ternak milik peternak rakyat di daerah. Sapi-sapi yang lolos seleksi berasal dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
Lili menjelaskan, khusus untuk Kabupaten Mesuji, sapi kurban yang disiapkan berasal dari peternak Kabupaten Tanggamus. Hal itu dilakukan karena tidak ditemukan sapi dengan bobot mencapai satu ton di wilayah tersebut.
“Sapi dengan bobot terbesar berasal dari peternak Kota Metro bernama Ashari. Jenis sapi limousin miliknya memiliki berat mencapai 1.124 kilogram,” katanya.
Penyerahan hewan kurban dari Presiden telah dilaksanakan simbolis di aula kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan, seluruh sapi kurban bantuan Presiden nantinya akan disalurkan ke masjid-masjid yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah di masing-masing kabupaten/kota penerima.
Sementara itu, pihak Pemerintah Provinsi Lampung menyebut program bantuan sapi kurban Presiden menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat daerah menjelang perayaan Idul Adha 2026.
Program tersebut juga dinilai memberi dampak positif bagi peternak lokal karena mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas ternak rakyat di Lampung.*
Penulis : Rusmin
Editor : Bongkar Post









