Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Kebebasan yang Diuji, Ancaman Nyata dari Oknum Pejabat

Sunday, 3 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

— Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia setiap 3 Mei kembali menjadi alarm keras bagi kondisi kebebasan pers. Ditetapkan oleh UNESCO sejak 1993, momentum ini semestinya menjadi perayaan kemerdekaan jurnalisme. Namun di lapangan, realitas justru berbicara sebaliknya.

Di Indonesia, kebebasan pers dijamin melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pers memiliki hak untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi tanpa tekanan. Tetapi dalam beberapa waktu terakhir, ancaman terhadap jurnalis kembali mencuat—kali ini terjadi di Lampung dan menjadi sorotan publik.

Sebuah rekaman percakapan telepon yang beredar luas di media sosial diduga memuat ancaman kekerasan fisik dari seorang oknum pejabat di Lampung terhadap wartawan. Isi rekaman tersebut memicu keresahan di kalangan jurnalis karena dinilai sebagai bentuk intimidasi serius terhadap kerja-kerja pers.

Tak tinggal diam, komunitas pers Lampung bergerak cepat. Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung untuk ditindaklanjuti secara hukum. Langkah ini menjadi sinyal bahwa intimidasi terhadap wartawan tidak boleh lagi dianggap sebagai hal biasa.

Peristiwa ini mempertegas bahwa ancaman terhadap kebebasan pers tidak hanya datang dari tekanan struktural, tetapi juga dari perilaku oknum pejabat yang seharusnya menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas. Ancaman kekerasan, dalam bentuk apa pun, jelas bertentangan dengan semangat demokrasi dan supremasi hukum.

Lebih dari itu, kejadian ini memperlihatkan bahwa ruang aman bagi jurnalis masih rapuh. Ketika wartawan dihadapkan pada ancaman fisik hanya karena menjalankan tugasnya, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan individu, tetapi juga hak publik atas informasi.

Refleksi

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Kasus di Lampung menjadi cermin bahwa kebebasan pers masih membutuhkan perlindungan nyata, bukan sekadar jaminan normatif di atas kertas.

BACA JUGA  PARAH ! Korban Keracunan MBG Masih Sakit, Tak Ada Pihak Mau Bertanggung Jawab

Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku intimidasi menjadi kunci. Tanpa itu, ancaman serupa akan terus berulang dan menciptakan efek jera bagi jurnalis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

Penutup

Kebebasan pers tidak hilang secara tiba-tiba—ia terkikis setiap kali ancaman dibiarkan tanpa konsekuensi. Dan ketika intimidasi menjadi hal biasa, maka yang luar biasa justru adalah keberanian untuk tetap menulis kebenaran.

SELAMAT HARI KEBEBASAN PERS SEDUNIA

(*)

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Skandal ‘Cinta Maut’ Rutan Kotabumi: Bukti Memilukan Keruntuhan Sistem Pemasyarakatan Indonesia
Skandal Dana PI Lampung: Perdata atau Pidana? Membaca Arah Dugaan Korupsi yang Menyeret Nama Arinal Djunaidi
Hak Jawab atau Upaya Pembungkaman? Menguji Nyali Kemenag Lampung
Isu Gratifikasi dan Transaksi Jabatan Kemenag Lampung Bergulir, Publik Tunggu Transparansi
BONGKAR ATURAN BI: Uang Kertas Rusak, Masih Bisa Cair 100 Persen, Ini Faktanya!
Bongkar Sensus Ekonomi 2026: Harapan Transformasi vs Realitas Kesenjangan Data
Administratif 100%, Substansi Masih Dipertanyakan
Regulasi Parkir di Bandar Lampung Disorot, Legalitas Juru Parkir Jadi Sorotan Utama

Berita Terkait

Tuesday, 12 May 2026 - 06:57 WIB

Skandal ‘Cinta Maut’ Rutan Kotabumi: Bukti Memilukan Keruntuhan Sistem Pemasyarakatan Indonesia

Thursday, 7 May 2026 - 08:05 WIB

Skandal Dana PI Lampung: Perdata atau Pidana? Membaca Arah Dugaan Korupsi yang Menyeret Nama Arinal Djunaidi

Thursday, 7 May 2026 - 00:08 WIB

Hak Jawab atau Upaya Pembungkaman? Menguji Nyali Kemenag Lampung

Wednesday, 6 May 2026 - 09:22 WIB

Isu Gratifikasi dan Transaksi Jabatan Kemenag Lampung Bergulir, Publik Tunggu Transparansi

Sunday, 3 May 2026 - 04:00 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Kebebasan yang Diuji, Ancaman Nyata dari Oknum Pejabat

Berita Terbaru

Nobar film dokumenter

Bandarlampung

Nobar Film “Pesta Babi” di Bandar Lampung Tuai Ragam Tanggapan Peserta

Wednesday, 13 May 2026 - 18:04 WIB

Photo.Dok Istimewa

Breaking News

Saya Disini Hakimnya, Pak!

Wednesday, 13 May 2026 - 10:19 WIB