Hibah Rp35 Miliar untuk Kejaksaan Lampung: Penjelasan Sekdaprov Marindo

Tuesday, 4 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Bongkar Post | BANDAR LAMPUNG — Alokasi hibah sekitar Rp35 miliar dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk pembangunan dan rehabilitasi fasilitas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung serta sejumlah Kejaksaan Negeri (Kejari) menjadi sorotan publik.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan memberikan penjelasan mengenai kebijakan tersebut dalam wawancara dengan awak media di Bandar Lampung, Senin (3/8/2026).

Marindo menegaskan, alokasi tersebut bukan diberikan dalam bentuk uang tunai kepada institusi kejaksaan. Anggaran direalisasikan melalui sejumlah paket pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi fasilitas.

Menurut Marindo, pemberian hibah kepada instansi vertikal masih dimungkinkan dalam mekanisme APBD sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk adanya usulan dan permohonan dari pihak penerima.

“Kalau hibah dalam bentuk uang tidak ada. Dalam ketentuan APBD, Kemendagri masih memperbolehkan pemberian hibah kepada instansi vertikal selama ada usulan dan permohonan,” ujar Marindo, sebagaimana diberitakan pada 3 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah memiliki ruang untuk mendukung kebutuhan instansi vertikal yang menjadi bagian dari Forkopimda. Menurut Marindo, posisi gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah menjadi salah satu dasar Pemprov Lampung dalam mengakomodasi usulan tersebut melalui APBD.

“Gubernur selaku wakil pemerintah pusat berkewajiban menjaga agar instansi vertikal tetap dapat menjalankan tugasnya sesuai kebutuhan Forkopimda di Provinsi Lampung,” kata Marindo.

Direalisasikan Melalui Paket Pekerjaan

Berdasarkan penelusuran terhadap data pengadaan, alokasi tersebut direalisasikan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) Provinsi Lampung dalam bentuk sejumlah paket pekerjaan pada APBD Tahun Anggaran 2026.

Salah satu paket dengan nilai terbesar adalah renovasi Gedung Serba Guna Kejati Lampung senilai sekitar Rp13,5 miliar.

Selain itu terdapat paket pembangunan atau rehabilitasi gerbang dan pagar Kejati Lampung sekitar Rp1,7 miliar, serta pembangunan atau rehabilitasi gedung kantor cabang Kejaksaan Negeri Bandar Lampung di wilayah Panjang dengan nilai sekitar Rp4,4 miliar.

BACA JUGA  Anatomi "Aspal Mahal" di Linggarsari: Potret Buruk Efisiensi dan Risiko Kerugian Negaraso

Data yang dihimpun sejumlah media menyebut terdapat 17 paket pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi fasilitas Kejati Lampung serta sejumlah Kejari dengan total nilai sekitar Rp35 miliar.

Namun, ketika dimintai penjelasan mengenai rincian teknis dan bentuk pekerjaan tersebut, Marindo mengaku tidak mengingat seluruh detailnya.

Ia meminta agar rincian anggaran dan paket pekerjaan dikonfirmasi kepada Bappeda maupun Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung.

Hibah Instansi Vertikal

Secara kebijakan, Pemprov Lampung memang telah melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) 2026 dengan instansi vertikal/Forkopimda. Kegiatan tersebut berlangsung pada 18 Februari 2026 dan disaksikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal serta Sekdaprov Marindo Kurniawan.

Dokumen Pemprov Lampung juga mencatat bahwa hibah kepada instansi vertikal merupakan salah satu bentuk belanja hibah yang mekanisme penganggaran dan pemberiannya mengacu pada ketentuan pengelolaan keuangan daerah.

Penulis : Rusmin

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Desakan Serikat Petani Lampung kepada Kapolda Jelang Hari Tani: Usut Mafia Tanah hingga Hentikan Kriminalisasi Petani
Revitalisasi Sekolah APBN Disorot, Tenaga Ahli DPR Disebut Terima Fee Proyek
Proyek Panas Bumi Suoh-Sekincau Bersinggungan dengan Warisan Dunia UNESCO, Modifikasi Batas Belum Final
Distribusi Gabah Lampung ke Jawa Diperketat, Sopir Truk Nekat Terobos Penyekatan
Klarifikasi Satker PJN Wilayah II Lampung: CV Raden Galuh Hanya Satu Paket
Proyek Panas Bumi di Suoh Sekincau Sebabkan Rumah Warga dan Konstruksi Jalan Retak-Retak
Transparansi Proyek Jalan: Akuntabilitas yang Tak Boleh Ditunda
Empat Dapur MBG di Lampung Ditutup Permanen, Seluruhnya Berada di Lampung Timu

Berita Terkait

Wednesday, 23 September 2026 - 14:44 WIB

Desakan Serikat Petani Lampung kepada Kapolda Jelang Hari Tani: Usut Mafia Tanah hingga Hentikan Kriminalisasi Petani

Monday, 21 September 2026 - 08:09 WIB

Revitalisasi Sekolah APBN Disorot, Tenaga Ahli DPR Disebut Terima Fee Proyek

Friday, 4 September 2026 - 15:10 WIB

Proyek Panas Bumi Suoh-Sekincau Bersinggungan dengan Warisan Dunia UNESCO, Modifikasi Batas Belum Final

Tuesday, 1 September 2026 - 00:49 WIB

Distribusi Gabah Lampung ke Jawa Diperketat, Sopir Truk Nekat Terobos Penyekatan

Monday, 31 August 2026 - 19:57 WIB

Klarifikasi Satker PJN Wilayah II Lampung: CV Raden Galuh Hanya Satu Paket

Berita Terbaru