Presiden Prabowo Puji Kritik Keras PDIP dalam Sidang KEM-PPKF di DPR RI

Wednesday, 20 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Hadiri Rapat Paripurna DPR RI dengan Agenda Penyampaian KEM-PPKF, di Jakarta Rabu (20/5/2026)/ Kolase foto: Dok. Istimewa

Presiden Prabowo Hadiri Rapat Paripurna DPR RI dengan Agenda Penyampaian KEM-PPKF, di Jakarta Rabu (20/5/2026)/ Kolase foto: Dok. Istimewa

Bongkar Post | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mencetak sejarah baru dengan menghadiri langsung Rapat Paripurna DPR RI untuk menyampaikan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Kehadiran langsung kepala negara dalam agenda ini menjadi tradisi baru dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Di hadapan pimpinan dan anggota dewan, Presiden menyampaikan arah kebijakan ekonomi nasional dengan nada optimis sekaligus memberikan apresiasi terbuka kepada fraksi oposisi, khususnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Saya malam-malam sebelum tidur pilu hati saya. Ini anggota PDIP ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu,” ujar Presiden Prabowo yang langsung disambut riuh para peserta sidang.

Namun, alih-alih merespons negatif, Presiden menegaskan bahwa kritik tersebut merupakan elemen penting yang menyelamatkan jalannya pemerintahan melalui fungsi pengawasan (check and balances).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menjamin iklim demokrasi dan usaha yang sehat dengan menginstruksikan para menteri kabinet untuk tetap profesional tanpa memandang latar belakang politik. Ia mencontohkan komitmen kebangsaan tersebut dengan menceritakan pengalamannya di masa lalu saat dibantu oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam urusan ekonomi ketika dirinya berada di luar pemerintahan.

Presiden menegaskan bahwa proyek atau tender pemerintah harus dimenangkan secara adil berdasarkan kebenaran prosedur, bukan afiliasi politik.

Penyampaian KEM-PPKF 2027 ini juga membawa angin segar bagi perekonomian nasional dengan target indikator makro yang optimis. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional mampu mencapai rentang 5,8 hingga 6,5 persen. Selain itu, target angka kemiskinan ditekan turun ke kisaran 6,0 hingga 6,5 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka dipatok membaik pada rentang 4,30 hingga 4,87 persen.

BACA JUGA  Jual Nama Polda Lampung, Debi Putri Anggraeni Tipu Anak Mantan Waka DPRD Bandar Lampung

Dari sisi pengelolaan anggaran, defisit APBN 2027 akan dijaga ketat pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen terhadap PDB.

Ketua DPR RI Puan Maharani, yang memimpin langsung jalannya rapat paripurna, menyambut baik kehadiran dan paparan Presiden. Puan menegaskan bahwa DPR RI siap berkolaborasi dan melakukan evaluasi konstruktif demi memastikan rancang bangun APBN 2027 diarahkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat, sejalan dengan semangat gotong royong yang terus digelorakan oleh kepala negara.
*

Penulis : Rusmin

Editor : Bongkar Post

Berita Terkait

Meja Bundar Istana Wapres Redam Jalanan: Gibran Sepakati Tuntutan Krusial Mahasiswa, Diberi Tenggat 5 Hari
Redam Eskalasi, Mensesneg Prasetyo Hadi Teken Draf Tuntutan Massa Aksi di Jakarta
152 Penghargaan Arinal Djunaidi Bernilai Nol Dibalik Jeruji Besi
Pintu Samping Istana Gizi: Kejagung Jerat Swasta Inisial AYS, Kaki Tangan Jalur Khusus Sony Sonjaya
Nanik S Deyang: Tanpa ‘Babibu’ Saya Suspend Jika SPPG Hanya Punya 2 Sampai 5 Supplier!
Prabowo ke Kepala Dapur MBG: Jangan Curi Uang Rakyat, Kepentingan Anak Bangsa di Atas Semua!
Bancakan Dana Gizi: Kejagung Bongkar Modus Insentif Miliaran Rupiah dan Mark-Up Petinggi BGN
Evaluasi SOP Berujung Reshuffle BGN: Pucuk Pimpinan Berganti, Program Makan Bergizi Gratis Tetap Akselerasi

Berita Terkait

Monday, 15 June 2026 - 19:42 WIB

Meja Bundar Istana Wapres Redam Jalanan: Gibran Sepakati Tuntutan Krusial Mahasiswa, Diberi Tenggat 5 Hari

Monday, 15 June 2026 - 13:18 WIB

Redam Eskalasi, Mensesneg Prasetyo Hadi Teken Draf Tuntutan Massa Aksi di Jakarta

Thursday, 11 June 2026 - 15:10 WIB

152 Penghargaan Arinal Djunaidi Bernilai Nol Dibalik Jeruji Besi

Thursday, 11 June 2026 - 14:58 WIB

Pintu Samping Istana Gizi: Kejagung Jerat Swasta Inisial AYS, Kaki Tangan Jalur Khusus Sony Sonjaya

Friday, 5 June 2026 - 17:23 WIB

Nanik S Deyang: Tanpa ‘Babibu’ Saya Suspend Jika SPPG Hanya Punya 2 Sampai 5 Supplier!

Berita Terbaru