Mahasiswa Lampung Gelar Aksi Akbar di DPRD, Tolak Dialog dan Tuntut Penyelesaian Korupsi Tanggamus serta Kasus Andrie Yunus

Tuesday, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AKSI MASSA. Situasi aksi massa di depan Gedung DPRD Lampung, Selasa (7/04/2026)./Kolase photo:Ist

AKSI MASSA. Situasi aksi massa di depan Gedung DPRD Lampung, Selasa (7/04/2026)./Kolase photo:Ist

*Mahasiswa Lampung Gelar Aksi Akbar di DPRD, Tolak Dialog dan Tuntut Penyelesaian Korupsi Tanggamus serta Kasus Andrie Yunus*

Bongkar Post | Bandar Lampung
Hari ini, Selasa 7 April 2026, puluhan hingga ratusan mahasiswa dari *Aliansi Mahasiswa Lampung* (juga disebut Aliansi Lampung Melawan /AML) bersama elemen masyarakat sipil (civil society) menggelar aksi unjuk rasa atau aksi akbar di depan gedung DPRD Provinsi Lampung, Bandar Lampung.

Latar Belakang Aksi

Aksi ini dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul di Perpustakaan Daerah Lampung, kemudian massa bergerak ke gedung DPRD. Aksi berlangsung damai dan tertib, meski ada pengamanan ketat dari ratusan aparat gabungan. Massa menolak dialog dengan perwakilan DPRD yang datang dan menuntut kehadiran langsung pejabat tinggi seperti Pangdam XXI/Raden Inten dan Kepala Kejati Lampung untuk menjawab tuntutan secara terbuka.

Tuntutan Utama

Tuntutan dibagi menjadi nasional dan daerah, yang mencerminkan keprihatinan mahasiswa terhadap penegakan hukum, pemberantasan korupsi, dan konflik agraria:

Tuntutan Nasional (terkait kasus Andre Yunus):
– Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andre Yunus dibawa ke peradilan umum, dengan dikenakan pasal terorisme dan percobaan pembunuhan

– Pengungkapan secara transparan aktor intelektual di balik kasus tersebut.

– Hentikan tindakan represif aparat dan kriminalisasi terhadap orang yang menyampaikan pendapat.

Tuntutan Daerah:
– Kejati Lampung segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi perjalanan dinas DPRD Kabupaten Tanggamus tahun 2021 (melibatkan puluhan anggota DPRD), yang hingga kini (sudah 3 tahun) dinilai mandek. Semua pihak harus diusut tanpa pandang bulu, terlepas dari jabatan atau afiliasi politik.

– Penyelesaian tuntas konflik agraria di wilayah Register 44, Anak Tuha, dan Sabah Balau melalui reformasi agraria yang benar-benar pro-rakyat, bukan sekadar janji.

BACA JUGA  Tol Terpeka, Netizen: Kok Rakyat Bayar Dua Kali? APBN Buat Bangun, Sekarang Tarif Bikin Miskin Lagi!

Aksi ini merupakan kelanjutan dari konsolidasi sebelumnya dan menyoroti isu keadilan hukum serta akuntabilitas pejabat publik di Lampung. Menurut penyelenggara, aksi tetap dalam koridor damai dan legal untuk menyuarakan kebenaran serta menolak ketidakadilan.

(*)

Penulis : Rusmin

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Cekcok di Kafe Berujung Maut, Oknum TNI Tembak Sesama Prajurit di Palembang
Saya Disini Hakimnya, Pak!
Dua Kali Mangkir, Arinal Junaidi Akhirnya Hadiri Sidang Kasus PI 10 Persen di PN Tanjungkarang
Hamli Rekan Pelaku Penembakan Bripka Arya Ditangkap Tim Khusus Polda Lampung, Eksekutor Masih Diburu
Kapolda Lampung Ultimatum Begal Penembak Brigpol Arya: “Tak Ada Tempat Sembunyi, Tim Gabungan Sudah Bergerak
Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Kebebasan yang Diuji, Ancaman Nyata dari Oknum Pejabat
Usai 11 Jam Diperiksa, Arinal Djunaidi Jadi Tersangka, Istri Pertanyakan Dasar Penahanan
Mangkir Sekali, Arinal Kembali Dipanggil Kejati Lampung Hari Ini

Berita Terkait

Sunday, 17 May 2026 - 11:35 WIB

Cekcok di Kafe Berujung Maut, Oknum TNI Tembak Sesama Prajurit di Palembang

Wednesday, 13 May 2026 - 10:19 WIB

Saya Disini Hakimnya, Pak!

Wednesday, 13 May 2026 - 04:35 WIB

Dua Kali Mangkir, Arinal Junaidi Akhirnya Hadiri Sidang Kasus PI 10 Persen di PN Tanjungkarang

Monday, 11 May 2026 - 16:32 WIB

Hamli Rekan Pelaku Penembakan Bripka Arya Ditangkap Tim Khusus Polda Lampung, Eksekutor Masih Diburu

Saturday, 9 May 2026 - 09:41 WIB

Kapolda Lampung Ultimatum Begal Penembak Brigpol Arya: “Tak Ada Tempat Sembunyi, Tim Gabungan Sudah Bergerak

Berita Terbaru

E-Paper

LAGI, Jembatan Gantung Tak Layak Pakai, Pemerintah Cuek

Sunday, 24 May 2026 - 18:13 WIB