Buntut Deadlock, Rycko Menoza Bypass Hanan A. Rozak dalam Pembentukan Formatur

Saturday, 26 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rycko Menoza bersama mayoritas tim formatur—Samsir (PK Rajabasa), M. Rifai (PK Kedamaian), dan Darma Edi Tabrani (Hasta Karya)—mengumumkan telah merampungkan susunan 116 nama pengurus tanpa keterlibatan unsur provinsi.Sabtu (22/9/2026)/foto dok istimewa

Rycko Menoza bersama mayoritas tim formatur—Samsir (PK Rajabasa), M. Rifai (PK Kedamaian), dan Darma Edi Tabrani (Hasta Karya)—mengumumkan telah merampungkan susunan 116 nama pengurus tanpa keterlibatan unsur provinsi.Sabtu (22/9/2026)/foto dok istimewa

Bongkar Post | BANDAR LAMPUNG — Ruang rapat di lantai dua mendadak berubah tegang pada Senin siang, 21 September 2026. Alokasi waktu untuk menyusun struktur kepengurusan DPD II Partai Golkar Bandar Lampung dinyatakan habis tanpa melahirkan mufakat. Bukannya menghasilkan struktur definitif, rapat tim formatur justru berujung pada aksi walkout dan bubarnya forum secara sepihak.

Padahal beberapa jam sebelumnya, Musyawarah Daerah (Musda) XI bergulir mulus dengan terpilihnya Rycko Menoza secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Bandar Lampung periode 2026–2031. Namun, riak politik langsung pecah ketika meja formatur mulai membahas posisi krusial: Sekretaris Partai.

*Adu Kuat Dua Poros Kepentingan*

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, tarik menarik posisi “orang nomor dua” di struktur Beringin Kota ini melibatkan benturan determinasi antara ketua terpilih dan restu tingkat provinsi. Rycko Menoza selaku ketua formatur menghendaki nama Mashudi untuk menjabat sebagai sekretaris. Di sisi lain, Ketua DPD I Golkar Provinsi Lampung, Hanan A. Rozak, menyodorkan nama lain, yaitu Benny Halomoan Nauly.
“Pertarungan” kepentingan ini membuat lobi berjalan buntu. Ketegangan memuncak saat anggota formatur disodori draf dokumen SK yang telah dicetak, namun isinya diduga sengaja tidak diperlihatkan secara transparan.

“Buat apa dibentuk tim formatur kalau SK pengurusan tidak diperlihatkan kepada masing-masing anggota tim formatur,” cetus M. Rifai, anggota formatur dari unsur Pimpinan Kecamatan (PK) Kedamaian, bernada kecewa.

Aksi penolakan tanda tangan dari mayoritas unsur daerah ini memicu solidaritas massal; 20 ketua PK memilih meninggalkan arena, diikuti langkah Rycko Menoza yang keluar dari kantor Golkar.

*Alzier Bereaksi: Sentil “Cawe-Cawe” DPD I dan Desak Copot Hanan*

Carut-marutnya penyusunan kabinet ini langsung memantik reaksi keras dari politisi senior sekaligus mantan Ketua DPD I Partai Golkar Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie (ADT). Sebagai Ketua Depidar VII SOKSI Provinsi Lampung, Alzier memandang deadlock di Bandar Lampung—serta dinamika serupa di Tanggamus—menunjukkan kegagalan manajemen organisasi di tingkat provinsi.

BACA JUGA  Pohon Tumbang Timpa Dua Mobil Tamu Hotel, Manajamen: Kami Bertanggung-jawab Penuh

Alzier secara blak-blakan menuding bahwa DPD I Partai Golkar Lampung di bawah kepemimpinan Hanan A. Rozak terlalu jauh melakukan “cawe-cawe” dan memaksakan kehendak. Menurutnya, penyusunan pengurus adalah hak prerogatif Rycko Menoza sebagai ketua terpilih sekaligus ketua formatur yang memegang mandat Musda.

“Bagaimana Partai Golkar bisa besar kalau konflik terus yang terjadi? Sementara partai-partai lain sudah terus berlari melakukan konsolidasi,” ujar Alzier, Selasa (22/9/ 2026).

Tak tanggung-tanggung, Alzier menegaskan dirinya berencana langsung menemui Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, untuk meminta evaluasi total kepemimpinan di Lampung. “Sudah terlalu banyak persoalan di Lampung yang bisa merusak acara konsolidasi partai. Bila perlu ganti dan copot Hanan A. Rozak dari Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung,” tegas Alzier secara tajam.

*Klaim Sepihak di Ujung Pekan*

Di tengah sorotan tajam tersebut, kubu daerah memilih bergerak cepat. Pada Sabtu, 26 September 2026, Rycko Menoza bersama mayoritas tim formatur—Samsir (PK Rajabasa), M. Rifai (PK Kedamaian), dan Darma Edi Tabrani (Hasta Karya)—mengumumkan telah merampungkan susunan 116 nama pengurus tanpa keterlibatan unsur provinsi.

Mereka mengklaim draf versi mayoritas formatur ini sudah mengakomodasi seluruh aspirasi akar rumput pimpinan kecamatan dan berkasnya telah dikirimkan ke DPD Provinsi sejak Jumat agar segera dikeluarkan SK resmi.

“Sesudah mayoritas formatur membahas kepengurusan secara detail, akhirnya diputuskan berkoordinasi dengan DPP Golkar bidang organisasi. Kami sudah menyerahkan surat permohonan penetapan kepengurusan ke DPD Golkar Provinsi,” ungkap Rycko.

Sebaliknya, dari sisi provinsi, Hanan A. Rozak sebelumnya sempat membantah adanya kegagalan Musda. Sementara Sekretaris DPD I Golkar Lampung, Aprozi Alam, menilai gesekan ini hanyalah riak kecil demokrasi internal partai yang wajar dan yakin akan segera menemukan jalan keluar terbaik.

BACA JUGA  Penertiban Parkir Liar di Depan Mall Chandra Tanjung Karang Disorot, Warga Minta Penataan Juga di Pasar Tugu

Kini, bola panas sepenuhnya berada di tangan DPD I Lampung dan DPP di Jakarta. Apakah restu dari tingkat provinsi akan melunak demi menjaga stabilitas partai menuju Pemilu 2029, ataukah desakan evaluasi kepemimpinan yang disuarakan para senior justru akan menggelinding menjadi bola salju yang mengubah peta kekuatan internal Golkar Lampung?

Satu hal yang pasti, publik Bandar Lampung tengah menyaksikan betapa seksinya kendali atas mesin politik Beringin di Kota Tapis Berseri.
(*)

Penulis : Rusmin

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Revitalisasi Sekolah Bandar Lampung Disorot, Dugaan Pengondisian oleh Timses Mengemuka
Klarifikasi Disperindag Lampung terkait Pemberitaan “Carut-marut Pengadaan di Disperindag Lampung
Dino Patti Djalal Kecam Keras Aksi Biadab OPM yang Menembak Tiga Warga Sipil di Yahukimo, Papua
ID Dapur MBG Diduga Dialihkan, Mitra BGN di Bandar Lampung Klaim Rugi Rp1,5 Miliar, Polisi Masih Selidiki
Media Publik di Era Digital: Pilar Demokrasi atau Etalase Birokrasi?
Pembuktian Terbalik di Balik Brankas Emas dan Uang Miliaran: Menelisik Penggeledahan de’Clan dan Sentul
AMUNISI BARU PSI: Kaesang Pangarep Resmikan Bergabungnya Empat Tokoh Politik Lampung ke PSI
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat ‘Baginda Pemuka Bangsa’ oleh Lima Kerajaan Adat Lampung

Berita Terkait

Saturday, 26 September 2026 - 15:17 WIB

Buntut Deadlock, Rycko Menoza Bypass Hanan A. Rozak dalam Pembentukan Formatur

Tuesday, 15 September 2026 - 13:16 WIB

Revitalisasi Sekolah Bandar Lampung Disorot, Dugaan Pengondisian oleh Timses Mengemuka

Tuesday, 1 September 2026 - 01:29 WIB

Klarifikasi Disperindag Lampung terkait Pemberitaan “Carut-marut Pengadaan di Disperindag Lampung

Thursday, 30 July 2026 - 03:20 WIB

Dino Patti Djalal Kecam Keras Aksi Biadab OPM yang Menembak Tiga Warga Sipil di Yahukimo, Papua

Tuesday, 28 July 2026 - 20:43 WIB

ID Dapur MBG Diduga Dialihkan, Mitra BGN di Bandar Lampung Klaim Rugi Rp1,5 Miliar, Polisi Masih Selidiki

Berita Terbaru