Kerusakan kembali terjadi di Jalan Tirtayasa, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung. Sejumlah lubang besar tampak di beberapa titik badan jalan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur di kawasan tersebut belum tertangani secara tuntas.
Pantauan di lapangan pada Selasa (6/1/2026) memperlihatkan kerusakan yang cukup serius. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir diduga mempercepat penurunan kualitas aspal. Di sisi lain, lalu lintas kendaraan bertonase besar—termasuk truk pengangkut material—yang melintas hampir sepanjang hari turut memberikan tekanan berlebih pada struktur jalan. Peningkatan volume kendaraan sejak berkembangnya sejumlah destinasi wisata di sepanjang koridor ini semakin menambah beban, sementara kapasitas dan kualitas jalan belum sepenuhnya disesuaikan.
Warga sekitar merasakan langsung dampak kondisi tersebut. Lubang jalan yang tergenang air saat hujan kerap sulit terlihat dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Keluhan juga muncul terkait pola perbaikan yang dinilai belum bertahan lama. Perbaikan bersifat tambal sulam memang dapat menjadi solusi jangka pendek, namun dalam praktiknya sering kali tidak mampu menjawab masalah struktural yang lebih mendasar.
Dari sudut pandang redaksi, kondisi Jalan Tirtayasa perlu ditempatkan dalam kerangka perencanaan infrastruktur kota yang lebih komprehensif. Jalan ini kini tidak hanya berfungsi sebagai akses permukiman, tetapi juga menjadi jalur pendukung aktivitas ekonomi dan kawasan wisata yang sedang tumbuh. Dengan peran strategis tersebut, pendekatan pemeliharaan rutin semata tampaknya tidak lagi memadai.
Pemerintah Kota Bandar Lampung diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan ini, termasuk aspek desain teknis, daya dukung terhadap kendaraan berat, serta efektivitas anggaran pemeliharaan. Pilihan penanganan jangka panjang—seperti rekonstruksi dengan material yang lebih kuat, pengaturan lalu lintas kendaraan overtonase, dan pengawasan pelaksanaan proyek—perlu dipertimbangkan secara matang.
Tanpa penanganan yang konsisten dan berkelanjutan, Jalan Tirtayasa berisiko terus menjadi titik rawan kecelakaan, terutama pada musim hujan. Infrastruktur jalan yang aman dan layak merupakan bagian dari pelayanan publik yang mendasar. Upaya perbaikan yang terencana dengan baik tidak hanya akan meningkatkan keselamatan, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Kota Bandar Lampung secara keseluruhan.








