Di tengah duka bangsa, upacara keagamaan menjadi sarana solidaritas polisi udara dan air.
Lampung, BP– Polda Lampung menggelar sholat ghaib, istighosah, dan doa bersama di Masjid Al‑Barokah, Markas Komando Polairud, untuk menghormati HUT ke‑75 Polairud dan mendoakan korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. Kegiatan yang mengusung tema “Polairud Presisi Menuju Indonesia Maju” ini menegaskan komitmen kepolisian tidak hanya pada keamanan perairan dan udara, tetapi juga pada empati dan bantuan kemanusiaan.
Bencana Alam Menjadi Keprihatinan Nasional
Bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa pekan terakhir menimbulkan keprihatinan luas di kalangan masyarakat Indonesia. Ribuan warga terdampak, sebagian besar kehilangan tempat tinggal, serta terdapat korban jiwa dan luka. Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih terus melakukan evakuasi, distribusi bantuan, dan upaya pemulihan.
Upacara Keagamaan di Hari Jadi Polairud
Di tengah situasi tersebut, Polda Lampung memilih untuk menandai HUT ke‑75 Polairud dengan kegiatan keagamaan. Acara dimulai dengan sholat ghaib yang dipimpin oleh ustadz setempat, dilanjutkan dengan istighosah dan pembacaan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta perlindungan dari segala bencana.
“Di usia ke‑75 tahun ini, Polairud tidak hanya fokus pada pengamanan perairan dan udara, tetapi juga menunjukkan empati nyata kepada masyarakat yang sedang berduka akibat bencana alam. Sholat ghaib dan doa bersama ini kami lakukan untuk para korban yang meninggal dunia serta keselamatan bagi yang masih bertahan hidup,” ujar Direktur Polairud Polda Lampung, Kombes Pol Boby Pa’ludin Tambunan.
Suasana haru menyelimuti Masjid Al‑Barokah ketika seluruh peserta, termasuk anggota kepolisian, warga sipil, dan tokoh agama, mendoakan korban bencana di berbagai daerah.
Peringatan HUT Polairud ke‑75 mengusung tema “Polairud Presisi Menuju Indonesia Maju”. Melalui doa dan kepedulian yang dipanjatkan, Polairud Polda Lampung berharap Indonesia senantiasa dilindungi dari segala bencana, serta masyarakat yang terdampak segera diberi kekuatan dan pemulihan.
“Kami berharap doa ini menjadi dukungan moral bagi saudara‑saudara kita yang sedang berduka, sekaligus menegaskan komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketenteraman seluruh rakyat Indonesia,” tambah Kombes Boby.
Kegiatan keagamaan pada HUT Polairud ini tidak hanya menjadi momen refleksi bagi institusi kepolisian, tetapi juga simbol solidaritas nasional. Semoga semangat kebersamaan ini dapat mempercepat proses pemulihan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta menginspirasi aksi kemanusiaan lebih lanjut di seluruh nusantara.
*)
Editor : MR Masjudin










