Hujan lebat yang dipicu siklon tropis Senyar pada akhir November 2025 menumbuk wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, memicu banjir bandang serta longsor yang menelan korban ratusan jiwa. Para ahli mengidentifikasikan fenomena ini bukan sekadar kebetulan cuaca, melainkan pola yang muncul dari anomali sistem khususnya deforestasi masif yang mengubah fungsi hidrologi daerah aliran sungai (DAS).
Apa Itu Anomali Sistem? Anomali sistem merujuk pada perubahan struktural dalam suatu sistem yang mengganggu keseimbangan alaminya. Dalam konteks ini, penebangan hutan secara massif mengurangi kemampuan tanah menyerap air, mempercepat limpasan, dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
Data deforestasi: Lebih dari 1,6 juta hektar hutan di Sumatera Utara hilang sejak 2001 (Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup).
Pengaruh iklim: Siklon tropis Senyar menambah curah hujan hingga 300 mm per hari, melampaui ambang batas historis.
Pola yang Muncul Bencana November 2025 tidak berdiri sendiri. Analisis citra satelit dan laporan BPBD menunjukkan pola berulang: setiap tahun, daerah dengan tingkat deforestasi tinggi mengalami peningkatan frekuensi banjir bandang dan longsor. Kehilangan tutupan hutan → penurunan infiltrasi air Tanah menjadi jenuh → aliran permukaan meningkat Erosi lereng → longsor
Pola ini terlihat di tiga provinsi sekaligus, menandakan bahwa anomali sistem telah menyebar secara lintas wilayah
Suara Pakar: “Deforestasi bukan sekadar masalah lingkungan; ia mengubah dinamika air di seluruh DAS. Ketika hutan hilang, tanah tidak lagi berfungsi sebagai spons alami,” ujar Dr. Rina Putri, ahli hidrologi dari Universitas Sumatera Utara.
“Kami sudah memperingatkan sejak 2018 bahwa moratorium penebangan di hulu DAS sangat krusial. Tanpa tindakan, pola bencana ini akan terus berulang,” tambah Prof. Ahmad Syaiful, peneliti iklim di LIPI.
Respons Pemerintah dan Kemanusiaan
Pemerintah mengirimkan paket logistik, tenda, dan layanan internet satelit Starlink untuk mempercepat koordinasi, BPBD bersama LSM menyiapkan perahu karet, dapur umum, dan posko kesehatan.
Kebijakan jangka panjang: Rencana penanaman kembali hutan (reforestasi) seluas 500 ribu hektar di wilayah terdampak, serta penegakan moratorium penebangan di daerah hulu DAS.
Pelajaran yang Bisa Ditarik?
Banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat menggambarkan pola yang muncul akibat anomali sistem. Deforestasi mengubah struktur tanah, memicu limpasan berlebih, dan memperparah dampak cuaca ekstrem. Tanpa intervensi yang tepat, pola ini akan terus berlanjut, mengancam nyawa dan mata pencaharian jutaan orang.
*)
Editor : MR Masjudin










