Presiden Prabowo Yakin Indonesia Mampu Tangani Bencana Sumatera Secara Mandiri

Wednesday, 17 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Indonesia Mampu Atasi Bencana Sumatera/foto.IST

Prabowo Indonesia Mampu Atasi Bencana Sumatera/foto.IST

Jakarta, BP – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu menangani bencana banjir bandang dan longsor besar di Pulau Sumatera tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan internasional.
Pernyataan ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Senin (15/12/2025) dan kembali ditekankan dalam berbagai kesempatan hingga Selasa (16/12/2025).

Menurut laporan dari berbagai media nasional, termasuk tvOne, Presiden Prabowo mengatakan bahwa meskipun banyak tawaran bantuan dari negara sahabat yang berdatangan pasca-bencana, pemerintah Indonesia memiliki kemampuan dan sumber daya untuk mengatasi situasi ini secara mandiri.”Kita menghargai tawaran bantuan dari berbagai pihak internasional, tetapi Indonesia mampu mengatasi bencana ini dengan kekuatan sendiri,” kata Presiden Prabowo, sebagaimana dikutip dalam siaran berita tvOne pada 16 Desember 2025.

Bencana yang melanda provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025 ini telah menyebabkan lebih dari 1.000 korban jiwa, lebih dari 3,2 juta warga terdampak, serta kerusakan infrastruktur yang luas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan biaya rekonstruksi dan rehabilitasi mencapai Rp51,82 triliun.

Pemerintah telah mengerahkan seluruh aparatur negara, termasuk TNI, Polri, serta relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan untuk proses evakuasi, pencarian korban, dan distribusi bantuan logistik. Presiden juga memerintahkan percepatan inventarisasi kerusakan dan penghentian sementara operasi perusahaan yang diduga melanggar izin lingkungan di wilayah rawan bencana.Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa potensi hujan ekstrem masih berlangsung hingga akhir Desember 2025 di beberapa wilayah Sumatera, sehingga kewaspadaan terhadap banjir susulan tetap diperlukan.

Pernyataan Presiden Prabowo ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, yang menilai sikap mandiri tersebut mencerminkan kesiapan nasional dalam menghadapi tantangan bencana alam yang semakin sering akibat perubahan iklim.

BACA JUGA  Klarifikasi Satker PJN Wilayah II Lampung: CV Raden Galuh Hanya Satu Paket

Korban Banjir dan Longsor di Aceh Butuh Rumah Layak Huni serta Air Bersih

Sementara di Bireuen Aceh,para pengungsi korban banjir bandang dan tanah longsor, menyatakan kebutuhan mendesak akan hunian layak serta pasokan air bersih yang memadai. Keluhan ini mencerminkan kondisi pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh sejak akhir November 2025.Bencana banjir bandang dan longsor yang juga menimpa Sumatera Utara serta Sumatera Barat telah menyebabkan kerusakan luas. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pertengahan Desember 2025, lebih dari 37.000 rumah di Aceh rusak, dengan banyak di antaranya tertimbun lumpur tebal dan tidak lagi layak huni. Pakar dari BRIN menyatakan bahwa endapan lumpur yang mengeras membuat pemulihan permukiman sulit, sehingga relokasi menjadi opsi prioritas di zona rawan.

Di lokasi pengungsian, akses air bersih menjadi masalah utama karena sumur dan sumber air tercemar. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mendistribusikan instalasi air bersih, sanitasi portabel, serta tangki air ke sejumlah kabupaten terdampak, termasuk Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, dan Gayo Lues. Bantuan serupa juga datang dari organisasi seperti PDI Perjuangan Aceh, Palang Merah Indonesia (PMI), serta relawan lainnya.

Pemerintah Aceh memperpanjang status tanggap darurat hingga akhir Desember 2025 untuk mempercepat penanganan. Presiden Prabowo Subianto telah meninjau langsung secara berkala posko pengungsian di beberapa lokasi, termasuk Bireuen, dan memastikan fokus pada pemulihan dengan prinsip “build back better”.

Sejumlah kalangan dan aktivis merekomendasikan penetapan status bencana nasional untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi. Hingga kini, ratusan ribu warga masih mengungsi di tenda sementara. Penanganan terus berlangsung dengan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, serta relawan untuk memenuhi kebutuhan dasar korban.

BACA JUGA  Tragedi Banjir Bandang Sumatera Utara: Deforestasi Masif Kembali Disorot, Wawancara Harrison Ford 2013 Viral Lagi

*)

Penulis : Rusmin

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Proyek Panas Bumi Suoh-Sekincau Bersinggungan dengan Warisan Dunia UNESCO, Modifikasi Batas Belum Final
Karhutla Bromo Sisakan Hamparan Lahan Terbakar, Capai 1.121,66 Hektare
Prabowo Perintahkan Panglima TNI dan Kapolri Usut 1.000 Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung
Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2026
Benny K Harman Hardik Wartawan: “Woi Kau, Otak Kamu Ada Nggak?
Surat Penyetaraan Pendidikan Gibran Digugat ke PTUN, Dasar dan Kewenangan Penerbitannya Dipersoalkan
Kasus Dugaan Mafia Tanah Way Kanan Diambil Alih Kejagung, Kajati: Kerugian Negara Sudah Lebih dari Rp1 Triliun
Dari Modal Rp70 Ribu ke Panggung Akademik, Buku Muhammad Ja’far Hasibuan Resmi Diluncurkan di UI

Berita Terkait

Friday, 4 September 2026 - 15:10 WIB

Proyek Panas Bumi Suoh-Sekincau Bersinggungan dengan Warisan Dunia UNESCO, Modifikasi Batas Belum Final

Sunday, 23 August 2026 - 01:30 WIB

Karhutla Bromo Sisakan Hamparan Lahan Terbakar, Capai 1.121,66 Hektare

Saturday, 15 August 2026 - 23:42 WIB

Prabowo Perintahkan Panglima TNI dan Kapolri Usut 1.000 Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung

Friday, 14 August 2026 - 08:32 WIB

Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2026

Thursday, 13 August 2026 - 07:48 WIB

Benny K Harman Hardik Wartawan: “Woi Kau, Otak Kamu Ada Nggak?

Berita Terbaru