Status Jalan Penghubung Medasari–Mesuji Dipertanyakan, Warga Swadaya Perbaiki Akses Rusak Bertahun-tahun

Monday, 16 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

TULANG BAWANG, BONGKAR POST –

Kerusakan jalan penghubung wilayah Medasari menuju Mesuji kembali menjadi sorotan masyarakat. Jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer yang menghubungkan wilayah Medasari di Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, menuju kawasan Mesuji tersebut dilaporkan masih dalam kondisi rusak dan belum mendapat pembangunan permanen.

Jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu diketahui masih berupa tanah merah. Saat musim hujan, kondisi jalan disebut semakin parah karena berlubang dan licin, sehingga menghambat mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian.

Kondisi tersebut terungkap melalui video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan warga melakukan perbaikan jalan secara swadaya. Dalam rekaman itu, masyarakat terlihat bergotong royong menimbun jalan berlubang menggunakan batu agar tetap dapat dilalui kendaraan.

Warga bahkan disebut telah mengumpulkan dana swadaya yang nilainya mencapai sekitar Rp150 juta. Namun, perbaikan tersebut dinilai hanya bersifat sementara dan belum mampu menjadi solusi jangka panjang.

Jalur Strategis Antarwilayah

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jalan Medasari menuju wilayah Mesuji merupakan jalur penghubung kawasan Rawajitu di Tulang Bawang menuju wilayah Mesuji Timur dan sekitarnya. Jalur ini memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antarwilayah serta kelancaran logistik masyarakat.

Sejumlah ruas di kawasan tersebut diketahui masuk dalam jaringan jalan strategis yang digunakan untuk mempercepat akses distribusi barang dan mobilitas warga. Pemerintah sebelumnya juga disebut telah melakukan peningkatan infrastruktur di beberapa titik, termasuk pembangunan rigid pavement pada ruas jalan utama, khususnya di wilayah Mesuji Timur.

Status Jalan Masih Abu-abu

Meski memiliki fungsi strategis, status kewenangan pengelolaan jalan di kawasan tersebut masih menjadi pertanyaan. Berdasarkan praktik pengelolaan infrastruktur, jalur tersebut dapat dikategorikan sebagai jalan provinsi atau jalan kabupaten, tergantung pada penetapan status melalui keputusan pemerintah daerah.

BACA JUGA  Jalan Raya Rusak, Ancaman Nyata bagi Keselamatan Pengguna Jalan dan Bisa Berujung Pidana

Jika ruas jalan tersebut masuk dalam kategori jalan provinsi, maka tanggung jawab pembangunan dan pemeliharaan berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Sebaliknya, jika berstatus jalan kabupaten, maka pengelolaannya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui dinas pekerjaan umum setempat.

Hingga kini, belum ada kejelasan resmi terkait status spesifik ruas jalan yang mengalami kerusakan tersebut, sehingga menimbulkan kebingungan terkait pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan dan perbaikan.

Dampak Langsung ke Ekonomi dan Keselamatan

Warga menilai jalan penghubung tersebut merupakan urat nadi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama bagi petani dan pelaku usaha kecil. Kerusakan jalan tidak hanya memperlambat distribusi hasil pertanian, tetapi juga meningkatkan biaya transportasi serta risiko kecelakaan.

Selain itu, keterbatasan akses transportasi berpotensi memperlebar kesenjangan pembangunan antarwilayah, terutama di kawasan perbatasan kabupaten.

Warga Tunggu Kepastian Pembangunan

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dapat segera memastikan status jalan sekaligus merealisasikan pembangunan permanen. Warga menilai kejelasan kewenangan menjadi langkah awal agar pembangunan infrastruktur dapat segera dilakukan.

Warga menegaskan, persoalan jalan rusak bukan sekadar soal kenyamanan akses, melainkan menyangkut keselamatan serta keberlangsungan ekonomi masyarakat yang bergantung pada jalur transportasi tersebut.

(*)

Editor : Rusmin

Berita Terkait

Jaksa Agung Serahkan Rp11,42 Triliun ke Kas Negara, Disaksikan Presiden Prabowo
Terkait Tambang Emas Ilegal Way Kanan: 22 Orang Diamankan Termasuk Owner Toko Emas JSR
Langit Lampung Membara: Misteri Benda Bercahaya yang Bikin Warga Heboh, Ternyata Sampah Antariksa dari Roket China
Dua Sisi Cerita Kapal Tanker di Perairan Indonesia: Tertahan di Hormuz vs Rampasan Negara
Pembunuhan Kader Fatayat NU Lamtim Diduga Libatkan Oknum Pejabat Lokal, Polisi Enggan Spekulasi
Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus sebagai “Terorisme”: Minta Diusut Tuntas hingga Aktor Intelektual
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Diduga Air Keras, Empat Anggota BAIS TNI Diamankan Puspom
Pemprov Lampung Larang ASN Mudik Pakai Randis, Waspada Gratifikasi Lebaran

Berita Terkait

Friday, 10 April 2026 - 14:35 WIB

Jaksa Agung Serahkan Rp11,42 Triliun ke Kas Negara, Disaksikan Presiden Prabowo

Sunday, 5 April 2026 - 09:06 WIB

Terkait Tambang Emas Ilegal Way Kanan: 22 Orang Diamankan Termasuk Owner Toko Emas JSR

Saturday, 4 April 2026 - 17:03 WIB

Langit Lampung Membara: Misteri Benda Bercahaya yang Bikin Warga Heboh, Ternyata Sampah Antariksa dari Roket China

Saturday, 28 March 2026 - 11:11 WIB

Dua Sisi Cerita Kapal Tanker di Perairan Indonesia: Tertahan di Hormuz vs Rampasan Negara

Wednesday, 25 March 2026 - 12:00 WIB

Pembunuhan Kader Fatayat NU Lamtim Diduga Libatkan Oknum Pejabat Lokal, Polisi Enggan Spekulasi

Berita Terbaru